Halloween Costume ideas 2015
January 2017

Tribrata News Aceh Timur-Kapolsek Madat, Ipda Hendra Sukmana bersama Kanit Binmas Briptu T. Chairul dan Anggota Bhabinkamtibmas Brigadir Sadrul Fiadi pada Senin (30/01) siang melakukan patroli sambang desa di Dusun Kayee Uno, Desa Madat. Saat bersamaan warga setempat sedang melakukan panen raya padi. Melihat warga sedang panen padi, Kapolsek bersama anggotanya menghampiri dan ikut membantu warga yang sedangpanen padi di sawahnya.
Kapolsek mengatakan, membantu petani memanen padi itu merupakan bagian dari upaya Polri agar lebih dekat dengan warga sekaligus bentuk nyata Polri sebagai pelindung, pengayom dan pengayom masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut Kapolsek juga menaympaikan himbauan kepada para warga yang sedang panen, supaya berhati-hati dalam menyimpan atau memarkir kendaraannya, jangan sampai terjadi kehilangan sepeda motor karena parkir motor di pinggir jalan tanpa menggunakan kunci ganda. (Iwan Gunawan).

Tribrata News Aceh Timur-SMA N 1 Indra Makmur menjadi sekolah yang dikunjungi BKO Sat Brimob Polda Sumatera Selatan (Sumsel) yang menempati Pos Polsek Indra Makmur pada Senin (30/01) pagi. Ini merupakan kegiatan Polsek Indra Makmur dalam rangka mensosialisasikan kepada masyarakat, termasuk kalangan pelajar terkait kehadiran BKO Brimob Polda Sumsel di wilayah Indra Makmur yang akan ikut membantu Polsek Indra Makmur dalam pengamanan Pemilukada Tahun 2017.
Di hadapan kepala sekolah, guru dan para pelajar, Kapolsek Indra Makmur menerangkan maksud dari kunjungannya bersama BKO Brimob Polda Sumsel ke sekolah ini adalah mendekatkan diri serta membaur kepada generasi muda utamanya para pelajar.
Ke depanya, selama bertugas di wilayah Indra Makmur, rekan-rekan Brimob dari Polda Sumsel juga akan memberi kegiatan ekstrakurikuler SMA N 1 Indra Makmur guna meningkatkan prestasi para pelajar, kata Kapolsek.
Kapolsek juga berharap, dengan kehadiran BKO Brimob di wilayah Indra Makmur bisa memberikan rasa aman dan nyaman terhadap masyarakat dan para pelajar. Kami juga meminta dukungannya kepada semua pihak untuk ikut membantu rekan-rekan Brimob selama bertugas di wilayah kita, guna menciptakan wilayah Indra Makmur yan aman, nyaman dan kondusif. Terang Kapolsek Indra Makmur, Iptu Dasril. (Iwan Gunawan).

Tribrata News Aceh Timur-Pemerintah Kecamatan Darul Aman mulai memasang Patok Tapal Batas desa yang bersinggungan dengan batas desa lainya yang selama ini belum ada.  Kegiatan dilaksanakan pada Senin, (30/01) pagi.
Kapolsek Darul Aman, AKP Masri Aswara mengatakan tapal batas yang hari ini dipasang bersama unsur Muspika Darul Aman diantaranya tapal batas antara Desa Alur Ludin Dua dengan Desa Dama Pulo Dua.
Usai pemasangan tapal batas, AKP Masri Aswara mengatakanDengan sudah terpasangnya tapal batas wilayah ini, kami harapkan jangan sampai menjadi sengketa yang berkepanjangan ke depanya, karena merugikan kedua belah pihak yang tidak bisa melaksanakan program pembangunan.� Himbaunya.
Ditekankan, koordinasi antar aparat gampong menjadi forum yang tepat untuk menjalin komunikasi sinkronisasi dan sinergitas guna mencapai kemajuan pembangunan yang serasi dan seimbang. �Kita harus mengkoordinasikan secara baik, upaya mengatasi perlambatan ekonomi, kemiskinan dan pengangguran, termasuk pemeliharaan kamtibmas.� Terang Kapolsek Darul Aman AKP Masri Aswara. (Iwan Gunawan).

Tribrata News Aceh Timur-Salah satu prioritas pembangunan pendidikan adalah peningkatan mutu pendidikan sebagai jawaban terhadap kerterpurukan sumber daya manusia (SDM) Indonesia di era globalisasi. Peningkatan kualitas SDM ini hanya dapat dipenuhi dengan penyiapan peserta didik dan generasi muda yang aktif, dinamis dan mampu menjawab tantangan global, bukan generasi muda yang malas, rendah diri, apatis, kurang gairah, dan bermasa depan suram. Pada beberapa peserta didik, perilaku-perilaku negatif ini banyak dijumpai sebagai akibat penyalahgunaan narkoba yang saat ini sangat memperihatinkan. Hal tersebut disampaikan oleh Kapolsek Ranto Peureulak, Iptu Musa saat melakukan kegiatan �Saweu Sikula� dan didaulat untuk menjadi pembina upacara di SMP 1 Negeri Ranto Peureulak, pada Senin (30/01) pagi.
Menurutnya, sekolahmempunyai peranan penting selain hal mendidik, namun juga peran dalam pencegahan narkoba. Selain guru di sekolahan, orang tua juga mempunyai peranan penting dalam pencegahan narkoba dan kenakalan remaja. Kata Kapolsek.
Lebih lanjut Kapolsek mengatakan, meningkatnya penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar dapat dikatakan tanggung-jawab bersama, karena penyelesaiannya melibatkan banyak faktor dan kerjasama dari semua pihak yang bersangkutan, seperti pemerintah, aparat, masyarakat, media massa, keluarga, remaja itu sendiri, dan pihak-pihak lain. Maraknya kasus narkoba belakangan ini, terutama yang mengincar anak-anak di lingkungan sekolah tak urung membuat masyarakat resah, khusunya orang tua.
Kapolsek menerangkan, penyalahgunaan narkoba terjadi karena korban kurang atau tidak memahami apa narkoba itu sehingga dapat dibohongi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab (bandar & pengedar). Keluarga, orang tua tidak tahu atau kurang memahami hal-hal yang berhubungan dengan narkoba sehingga tidak dapat memberikan informasi atau pendidikan yang jelas kepada anak-anaknya akan bahaya narkoba. Kurangnya penyuluhan dan informasi di masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba. Untuk itu penyuluhan dan tindakan edukatif harus direncanakan, diadakan dan dilaksanakan secara efektif dan intensif kepada masyarakat yang disampaikan dengan sarana atau media yang tepat untuk masyarakat.
�Dalam pelaksanaan pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah perlu diadakan langkah-langkah, sebagai berikut antara lain menilai besar dan luasnya masalah dan mengembangkan mekanisme pengawasannya. Tetapkan kebijakan yang jelas dan konsisten yang berlaku bagi siswa, guru dan semua personil di lingkungan sekolah yang menyelesaikan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah tidak dibenarkan.� Terang Kapolsek.
Dalam amanatnya kepada para siswa, Kapolsek juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas serta mengimbau untuk tidak mengendarai sepeda motor saat ke sekolah dikarenakan belum cukup umur. Kaposlek kemudian memberikan sosialisasi Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan, dalam rangka mewujudkan budaya tertib berkendara guna menciptakan keselamatan berlalu lintas.
Usai menjadi pembina upacara, Iptu Musa juga menyempatkan diri untuk menyampaikan beberapa himbauan kepada para siswa agar para siswa harus mentaati peraturan sekolah, seperti; kerapian dalam berpakaian, penggunaan atribut/simbol sekolah, jam masuk sekolah tepat waktu dan dihimbau selama berlangsungnya kegiatan belajar mengajar para murid ditegaskan untuk tidak menggunakan handphone dan tidak merokok. (Brigadir Kamil).

Tribrata News Aceh Timur-Citra aparat kepolisian memang sering dicoreng oleh perilaku tidak bertanggung jawab oknum-oknumnya sendiri. Akan tetapi bukan berarti tidak ada polisi baik di dalamnya. Hanya saja potret perilaku baik memang tidak mudah menyebar luas secepat ketika ada perilaku negatif.
Dari sekian ratus ribu polisi yang menjunjung tinggi profesinya ialah Bripka Denis Siswanto. Anggota ini cukup dikenal sebagai aparat yang ringan tangan dalam membantu warga yang membutuhkan.
Bripka Denis Siswanto yang bertugas Polsek Peureulak Timur dan menjadi Bhabinkamtibmasn dengan desa binaan Desa Seuneubok Rawang ini kerap membantu warga yang sedang mengalami kesulitan. Seperti pada Jum�at (27/01) siang, saat Bripka Denis Siswanto melakukan patroli di desa binaanya dan bertemu warga yang hendak berangkat Sholat Jum�at, tetapi rambutnya terkesan kurang rapi. Saat ditanya kenapa tidak dipangkas (potong) rambutnya biar rapi; dan dijawab oleh warga, jangankan buat ongkos pangkas untuk belanja dapur saja kurang.
Mengetahui hal yang demikian, diboncengnya warga tersebut dengan sepeda motor dan dibawa ke tukang pangkas. Setibanya di tempat, Bripka Denis Siswanto kemudian meminjam peralatan pangkas yang selanjutnya dengan cekatan dan terampil memangkas rambut warga Seuneubok Rawang terssebut.
Menurut Bripka Denis Siswanto, apa yang ia lakukan bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap  Polri. Sekaligus untuk menumbuhkan kedekatan antara Polri dengan masyarakat. Di samping untuk meningkatkan rasa persaudaraan dan saling menghormati. Ujar Bripka Denis Siswanto.
Menurutnya, dengan revolusi mental yang sedang digaungkan oleh Pimpinan Polri saat ini, langkah kami tersebut akan meningkatkan kepercayaan masyarakat dengan tugas dan peran Bhabinkamtibmas.
Dengan metode pendekatan seperti ini akan terbentuk kemitraan dan kerjasama yang baik dan harmonis, antara polisi dengan masyarakat dalam pembinaan pam swakarsa, pembinaan ketertiban masyarakat, pembinaan potensi masyarakat dan pembinaan polisi masyarakat. Dengan harapan Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat dapat menyelesaikan suatu masalah (problem solving) serta dapat melakukan pencegahan sebelum terjadinya kejahatan. Terang Bripka Denis Siswanto. (Iwan Gunawan).

Tribrata News Aceh Timur-Mengantisipasi maraknya kenakalan remaja dan peredaran narkotika di kalangan remaja, Bhabinkamtibmas Polsek Peureulak Timur, Bripka  Denis Siswanto dan Brigadir Diki Hariyono memberikan bimbingan penyuluhan terhadap siswa-siswi SMK Negeri 1 Peureulak Timur, pada Jum�at   (27/01) pagi.
Dalam melakukan bimbingan penyuluhan, kedua Bhabinkamtibmas secara bergantaian menyampaikan penyuluhan tentang hukum, kenakalan remaja, bahaya narkotika dan tata tertib lau lintas.
�Adik-adik sebagai generasi muda, generasi penerus bangsa. Masa depan bangsa dan negara ini di pundak kalian. Untuk itu, jadilah pelajar yang berprestasi dan berkualitas demi kemajuan bangsa. Jangan terpengaruh lingkungan sekitar. Pandai-pandailah bergaul dan memilih teman�, ujar Bripka  Denis Siswanto.
Lebih lanjut Bripka  Denis Siswanto juga menambahkan jika masa remaja sudah terjerumus di lingkaran narkoba dan minuman keras, maka akan sulit menggapai cita-cita. �Teruslah belajar guna mencapai cita-cita dan masa depan kalian.�
Diharapkan kepada para pelajar ini  agar nantinya dapat menjadi pelopor bagi generasi muda lainya serta membagikan wawasan dan pengetahuan yang telah di peroleh selama penyuluhan ini kepada rekan-rekan generasi muda lainya. (Brigadir Kamil).

Tribrata News Aceh Timur-Inilah yang dilakukan anggota Bhabinkamtibmas Kepolisian Sektor  Julok pada Jum�at (27/01) pagi. Brigadir Salamuddin Sari Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Julok bahu membahu dengan warga desa binaannya di Desa Blang Pauh Dua bergotong royong memperisapkan lokasi dalam rangka akan dilaksanakanya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di desa tersebut. Dari kegiatan ini tercermin kebersamaan serta kedekatan Bhabinkamtibmas beserta warganya.
Warga Desa Blang Pauh Dua yang ikut gotong-royong merasa semangat, karena kehadiran anggota Bhabinkamibmas. Warga sangat senang dan bangga melihat kehadiran polisi di tengah-tengah masyarakat serta turut bergotong-royong.
Kapolsek Julok, AKP Nurmansyah mengatakan, sebagai Bhabinkamtibmas harus mengetahui kondisi wilayahnya dan harus selalu siap membantu warganya yang membutuhkan. Polisi juga ikut mempelopori kegiatan sosial, seperti gotong royong. �sifat gotong royong ini harus terus dipertahankan, karena gotong royong merupakan budaya asli dari bangsa Indonesia,� jelas Kapolsek.
Ditambahkanya, dengan adanya kegiatan semacam ini, mudah-mudahan warga yang lainnya menjadi terketuk hatinya dan lebih semangat dan juga agar tetap terjaga silaturahmi dan komunikasi antara polisi dengan masyarakat, sehingga memudahkan untuk melakukan koordinasi jika ditemukanya gangguan kamtibmas. Ujar Kapolsek Julok, AKP Nurmansyah. (Iwan Gunawan).

Tribrata News Atim-Guna  menumbuhkembangkan semangat patriotisme di kalangan pelajar, Kasat Binmas Polres Aceh Timur, Iptu Ernijon, pada Jum�at (27/01) melakukan sosialisasi  4 (empat) pilar kebangsaan dan radikalisme bahaya narkoba dan radikalisme di SMK N Taman Fajar, Peureulak.
Di hadapan para siswa-siswi SMK N Taman Fajar, Peureulak, Kasat Binmas mengatakan sosialisasi empat pilar kebangsaan harus lebih digalakan secara merata utamanya kalangan pelajar. Hal ini bertujuan agar dapat dipahami dan diamalkan demi utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
�Melalui empat pilar kebangsaan yang meliputi UUD 1945, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI, kamiharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan patriotisme khususnya adik-adik pelajar SMK N Taman Fajar, Peureulak tentang berkehidupan berbangsa dan bernegara, demi terwujudnya Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur.� Tegas Kasat Binmas.
Berkaitan dengan radikalisme maupun aliran sesat, Kasat Binmas mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk para pelajar untuk bersama-sama bergandengan tangan dalam menangkal masuknya faham radikalisme agar tidak sampai masuk-masuk ke gampong-gampong yang berada di wilayah kita.
�Adik-adik pelajar harus selalu waspada dan memonitor setiap ada kegiatan yang menyimpang. Apabila ada, laporkan ke Polsek atau Bhabinkamtibmas di desa yang bersangkutan. Terang Kasat Binmas Polres Aceh Timur, Iptu Ernijon. (Brigadir Kamil).

Tribrata News Aceh Timur-Dalam menjaga kesehatan dari personilnya, Kepolisian Resor Aceh Timur dan BKO Brimob Polda Sumatera Selatan, pada Jum�at (27/01/) melaksanakan kegiatan kesehatan jasmani olah raga bersama.
Hadir dalam olahraga bersama yang di pusatkan di Gedung Idi Sport Center (ISC) diantaranya, Kapolres Aceh Timur, AKBP Rudi Purwiyanto, S.I.K, M. Hum, Kepala Detasemen B Pelopor Sat Brimob Polda Sumsel AKBP Bachtiar Effendi, para Kabag, Kasat, Kasi, Kapolsek dan anggota polres juga polsek.
Sebelum melakukan olahraga, diawali dengan apel bersama yang dipimpin langsung oleh Kapolres Aceh Timur, AKBP Rudi Purwiyanto, S.I.K, M. Hum. Dalam apel tersebut  Kapolres mengatakan, Olahraga bertujuan untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh. Dengan berolahraga supaya polisi sehat, jadi kalau sehat tentunya akal dan pikiran akan sehat juga. Selain itu, olahraga bersama ini sekaligus untuk menjalin silaturahmi antara anggota polres maupun polsek dengan rekan-rekan kita BKO Brimob, kata Kapolres.
�Badan sehat tentunya akal sehat supaya kita selalu kondisi sehat dan siap melaksanakan tugas untuk rakyat,� tambah Kapolres yang menyatakan, sehat itu lebih penting untuk segalanya.
Selesai memberikan arahan, Kapolres memimpin pemanasan sebelum dilakukan bebagai pertandingan, diantaranya, volly, badminton, futsal dan pertandingan lainya yangmana Kapolres menyediakan hadiah bagi pemenang dari pertandingan tersebut. (Iwan Gunawan).

Tribrata News Aceh Timur-Aparat Kepolisian Sektor Nurussalam, pada Kamis (26/01) petang berhasil menangkap Jamaluddin Alias Darman Bin Abdullah (21) warga Desa Seunebok Tuha Sa, Kecamatan Darul Aman yang merupakan tersangka diduga pelaku pencabulan sekaligus pemerkosaan terhadap anak di bawah umur. Korban sebut saja namanya  Mawar (17) Kecamatan Nurussalam.
Kapolsek Nurussalam Iptu Aiyub mengungkapkan antara tersangka dan korban sudah dekat, namun niat bejat pelaku muncul pada saat tersangka menelpon korban pada Rabu (04/01) sekira pukul 17.30 WIB. Tersangka mengajak korban untuk jalan-jalan ke rumah adik tersangka di Peudawa. Akhirnya mereka berdua sepakat dan berangkat dengan mengendarai sepeda motor Honda Scoopy warna merah Nomor Polisi BL 4762 DAK. Sesampai di Peudawa tersangka kembali mengajak korban jalan-jalan ke Pusat Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur.
Sepulang dari jalan-jalan, tersangka kembali mengajak korban ke rumah tersangka. Namun di pertengahan jalan ia membawa korban ke semak-semak dan pada saat itu korban langsung ditutup mulutnya yang selanjutnya tersangka melakukan aksi bejatnya. Korban tidak bisa melakukan perlawanan karena mulut korban ditutup  oleh tersangka. Ungkap Kapolsek.
Lebih lanjut Kapolsek mengatakan, atas kejadian tersebut orang tua korban merasa keberatan dan melaporkan kepada kami apa yang menimpa terhadap putrinya. Dari laporan tadi kami melakukan penyelidiakan hingga beberapa hari dan pada Kamis (26/01) sekira pukul 18.15 WIB tersangka berhasil kami tangkap di halte bus samping Masjid Agung Idi. Saat ini tersangka berikut sepeda motor yang digunakan sudah kami amankan ke Polsek. Terang Kapolsek Nurussalam, Iptu Aiyub. (Brigadir Kamil).

Tribrata News Aceh Timur-Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Timur mengadakan rapat koordinasi (Rakor) bersama Panwalih dan Forkopimda Aceh Timur yang diadakan pada Kamis (26/01) sore, di Aula Wira Satya Polres Aceh Timur.
Rakor dipimpin Ketua KIP Aceh Timur, Iskandar A Gani yang dihadiri Kapolres AcehTimur AKBP Rudi Purwiyanto S.I.K, M.Hum, Ketua Pengadilan Negeri Idi Iwan Irawan, Perwira Penghubung Kodim 0104/Atim Mayor Inf.Sulistyono, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Idi Khairul Hisyam, Kepala Kesbangpol M. Amin, Ketua Panwaslih Zainal Abidin, Anggota Komisioner KIP, Anggota Panwaslih, Tim Pemenangan Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Aceh Timur Periode 2017-2022 Nomor Urut 1 (Ridwan Abu Bakar/Nek Tu-Abdul Rani/Polem), Tim Pemenangan Pasangan Calon Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Aceh Timur Periode 2017-2022 Nomor Urut 2 (Hasballah Bin H.M Thaib/Rocky-Syahrul Bin Syama�un/Linud) dan undangan terkait lainya.
Pada Rakor tersebut disampaikan tentang Peraturan PKPU Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Kampanye Terbuka yang akan dilaksnakan pada tanggal 01 Februari 2017 untuk pasangan calon nomor 1 dan tanggal 06 Februari 2017 untuk pasangan calon nomor urut 2.
Untuk fasiilitas dan lokasi disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Timur untuk itu kami minta kepada  setiap pasangan calon harus bertanggungjawab terhadap panggung serta fasilitas lainya.� Ujar Tarmizi Ketua Divisi Kampanye KIP Aceh Timur.
�Harapan kita semua tentunya pelaksanaan Pemilukada 2017 di Aceh Timur dapat berjalan lancar dan sukses sebagaimana mestinya,� ujarnya.
Dalam kesempatan ini Kapolres Aceh Timur AKBP Rudi Purwiyanto, S.I.K, M. Hum memberi beberapa penekanan terkait pelaksanaan kampanye terbuka tersebut, diantaranya; kita semua adalah saudara dan seiman, sehingga setiap bertindak jangan sampai merugikan saudara kita sendiri. Kata Kapolres.
Lebih lanjut Kapolres mengatakan, Kampanye adalah tahapan dari pemiluada, untuk itu sebelum berlangsungya kampanye terbuka masing-masing pasangan caolon wajib membuat Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP). Tanpa ada STTP yang dikeluarkan pihak Kepolisian dan dilaporkan ke KIP, Hal tersebut sesuai dengan PKPU Nomor 7 Tahun 2015 pasal 38. Tegas Kapolres.
Konvoi lanjut Kapolres, dilarang dalam peraturan akan tetapi kami memberikan toleransi. Dengan catatan setiap timses tingkat kecamatan harus berkoordinasi dengan Polsek untuk kami lakukan pengawalan nantinya demi keamanan dan keselamatan bersama.
Yang tidak kalah pentingnya menurut Kapolres timses tingkat kabupaten segera berkordinasi dengan timses kecamatan sehingga tercipta sinergi. Setiap timses kecamatan harus membentuk satgas masing-masing kecamatan. Hal ini bertujuan untuk menghindari masuknya penyusup sehingga menimbulkan keributan. Tegas Kapolres Aceh Timur, AKBP Rudi Purwiyanto, S.I.K, M.Hum.
Sementara itu Kepalas Kesbangpol Kabupaten Aceh Timur, M. Amin Pemkab Aceh Timur sudah mempersiapkan lokasi lapangan kampanye di kantor pusat pemerintahan baik dekorasi maupun fasilitas lainya. Ujar M. Amin. (Iwan Gunawan).

Tribrata News Aceh Timur-Guna terwujudnya pemilukada yang aman dan tertib, muspika Kecamatan Madat, pada Kamis (26/01) pagi melaksanakan kegiatan persamaan persepsi menjelang pelaksanaan pemilukada serentak tahun 2017 yang akan dilaksanakan pada tanggal 15 Februari mendatang.
Kegiatan yang  berlangsung di ruang kerja Camat Madat ini dihadiri oleh; Camat Madat (Amiruddin), Kapolsek Madat (Ipda Hendra Sukmana) Danramil 28/Mdt Madat (Kapt. Inf Syafari Harun), Ketua Panwaslih Kecamatan Madat (Saifullah), PPK Kecamatan Madat diwakili oleh  Abu Bakar, Tim Pemenangan Calon Bupati-Wakil Bupati Aceh Timur Periode 2017-2022 Nomor Urut 1 Ridwan Abu Bakar-Abdul Rani (Tgk. Zamzami), Tim Pemenangan Calon Bupati-Wakil Bupati Aceh Timur Periode 2017-2022 Nomor Urut 2 Hasballah Bin M. Thaib Syahrul Syama�un (Zaini), Tim Pemenangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Aceh Periode 2017-2022 Nomor Urut 1 Tarmizi Karim-Machsalmina Ali (Ibrahim), Tim Pemenangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Aceh Periode 2017-2022 Nomor Urut 4 Zaini Abdullah-Nasaruddin (Malem), Tim Pemenangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Aceh Periode 2017-2022 Nomor Urut 5 Muzakir Manaf-TA Khalid (Tgk. Thaleb) dan Tim Pemenangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Aceh Periode 2017-2022 Nomor Urut 6 Irwandi Yusuf-Nova (Rusli).
Camat Madat, Amirudin mengatakan kita sesama orang Aceh kita harus bisa menjaga keamanan di wilayah kita masing-masing dan kepada masing-masing timses siapapun yang terpilih itulah adalah pilihan rakyat dan pemimpin kita bersama.
Sementara itu Kapolsek Madat, Ipda Hendra Sukmana dalam kesempatan tersebut menyampaikan kepada masing-masing timses dapat menerapkan toleransi dan tidak membawa permasalahan pribadi ke masalah politik. Kapolsek juga mengajak warga secara bersama-sama ikut menjaga agar pelaksanaan pemilukada berjalan dengan sukses tanpa ekses.
Sedangkan Danramil Koramil 27/Mdt Madat Kapten Inf. Syafari Harun dalam arahannya berharap agar keamanan dapat benar-benar kita jaga bersama dan dapat menciptakan situasi yang harmonis sesama tim pemenangan. (Iwan Gunawan).

Tribrata News Atim-Untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Aceh Timur, dua anggota Polsek Madat Briptu TM. Khairul (Kanit Binmas) dan Brigadir Sadrul Fiadi (Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Minjei) menggiatkan sosialisasi kedisplinan ketertiban keselamatan lalu lintas di kalangan pelajar. Kali ini, Brigadir Heru Pratama melakukan sosialisasi di SD Negeri Tanjung Minjei, pada Kamis (26/01) pagi.
Kanit Binmas mengatakan, para pelajar sangat rentan menjadi korban kecelakaan lalu lintas di jalan raya yang selanjutnya ia memberikan tips cara aman ke sekolah diantaranya; Berangkat ke Sekolah lebih awal agar tidak terburu-buru atau terlambat; Bila berjalan kaki lewatlah trotoar atau jalan paling pinggir sebelah kiri; Ketika sedang berjalan agar tidak berjajar lebih dari 2 (dua); Selama dalam perjalanan jangan bercanda atau dorong-dorongan; Bila ingin menyebrang jalan harus melalui jembatan penyeberangan atau zebra cross; Pastikan situasi sudah aman baru menyeberang dan pada saat naik becak diingatkan agar menjaga keselamatan masing-masing.
Kapolsek Madat, Ipda Hendra Sukmana edukasi tertib berlalu lintas bagi kalangan pelajar tingkat dasar sangat penting, hal ini dikarenakan ke depanya mereka pasti akan mengendarai kendaraan, sehingga jika memiliki pemahaman tentang etika serta tertib berlalu lintas sejak dini mereka akan patuh dan taat akan peraturan lalu lintas. Ujar Kapolsek.
Ditambahkanya, tujuan utama program ini adalah memperkenalkan sejak dini aturan berlalu lintas. �Jadi, saat anak-anak ini bisa mengendarai kendaraan, mereka menjadi manusia yang tertib. Dampaknya ya angka kecelakaan bisa ditekan,� kata Kapolsek Madat, Ipda Hendra Sukmana. (Iwan Gunawan).

Tribrata News Aceh Timur-Setelah 3 (tiga) hari menempati pos penempatan, BKO Brimob Polda Sumatera Selatan (Sumsel) pos Indra Makmur, pada Kamis (26/01) pagi melakukan silaturahmi dengan unsur muspika setempat.
Silaturahmi yang dikemas dengan ngopi bareng ini dihadiri oleh Kapolsek Indra Makmur Iptu Dasril, Danramil Koramil 26/Idm Indra Makmur Letu Inf. Noverlan, Sekertaris Kecamatan Edi Syah Mulia, PPK Indra Makmur dan Panwascam Indra Makmur.
Kapolsek Indra Makmur, Iptu Dasril mengatakan sasaran kegiatan ini adalah memperkuat koordinasi antara pelaksana pemilukada dalam hal ini PPK. Ujar Kapolsek.
Ditambahkanya, Polsek Indra Makmur dengan dukungan BKO Brimob siap mengamankan pemilukada di Kecamatan Indra Makmur. Pihaknya juga meminta kepada masyarakat Indra Makmur untuk tetap menjaga kamtibmas yang selama ini cenderung relatif aman dan kondusif. Kapolsek juga menekankan agar warga tetap menjaga kerukunan dan kedamaian sehingga pelaksanaan pemilukada di Kecamatan Indra Makmur berjalan aman dan tertib. (Iwan Gunawan).

Tribrta News Aceh Timur-Pelajar merupakan aset negara yang akan melanjutkan cita-cita pembangunan bangsa, oleh sebab itu sejak dini harus ditanamkan sikap disiplin dan mental yang tangguh. Hal tersebut seperti disampaikan oleh Kasat Binmas Polres Aceh Timur, Iptu Ernijon saat memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada Saka Bhayangkara Pramuka SMP N 3 Idi Rayeuk, pada Kamis (26/01) pagi.
Dalam kegiatan tersebut Kasat Binmas memberikan materi tentang kenakalan remaja. Hal yang disampaikan antara lain pengertian kenakalan remaja, jenis kenakalan remaja, penyebab dan cara mengatasinya. Dengan diberikan materi ini, Kasat Binmas berharap kepada para anggota pramuka yang mengikuti kegiatan untuk menjauhi perbuatan yang masuk dalam kategori kenakalan remaja agar dapat turut serta dalam menciptakan keamanan dan ketertiban dalam masyarakat.
Selain kenakalan remaja, Kasat Binmas juga menyampaikan materi tentang penyalahgunaan narkoba. Dalam kesempatan ini dijelaskan pengertian dan jenis narkoba, serta bahayanya bagi kesehatan. Selain itu diberikan juga sanksi pidana bagi penyalahgunaan narkoba.
Kasat Binmas berpesan kepada peserta sebagai pramuka agar dapat menjadi Polisi untuk dirinya sendiri dan dapat berperan secara nyata dalam kehidupan di masyarakat untuk mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, nyaman dan kondusif. (Brigadir Kamil).

Tribrata News Aceh Timur-Sejumlah personil Satuan Sabhara Polres Aceh Timurbeserta BKO Brimob Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar patroli gabungan ke sejumlah wilayah di wilayah hukum Polres Aceh Timur pada Rabu (25/01/). Patroli gabungan itu dilaksanakan dalam rangka meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat dan mencegah terjadinya tindak pidana.
"Kegiatan ini kami lakukan untuk meningkatkan keamanan di tengah masyarakat dan mencegah terjadinya hal hal yang bersifat tindak pidana," ungkap KBO Sabhara, Ipda Ariyanto.
Menurutnya, patroli gabungan ini juga bertujuan menjaga situasi kamtibmas menjelang pelaksanaa pemilukada yang akan dilaksanakan pada bulan Februari mendatang. Dalam kegiatan patroli, personil menghimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melaksanakan kegiatan apapun serta segera melaporkan ke polisi apabila terjadi tindak pidana.
"Kepada masyarakat diharapkan untuk terus menjaga kamtibmas di wilayahnya masing-masing serta tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Ujar KBO Sabhara Polres Aceh Timur. Ipda Ariyanto. (Iwan Gunawan).

Biografi - Istri gugat cerai suami (fasakh) mendominasi kasus perceraian di Aceh. Pemicunya beragam, dari faktor ekonomi, perselingkuhan, hingga kekerasan dalam rumah tangga.

“Kalau urusan nikah, dipermudah. Tapi untuk urusan cerai, prosedur dan aturannya dipersulit.”

Demikian kira-kira kalimat yang meluncur di bibir Yusna, sesaat setelah keluar dari ruang sidang Mahkamah Syar’iyah Bireuen. Wanita paruh baya ini mengikuti sidang ke tiga, setelah melayangkan gugatan cerai terhadap suaminya.

Warga Kecamatan Peusangan itu mengaku terpaksa menggugat cerai suaminya, padahal sudah belasan tahun mengarungi biduk rumah tangga. Alasannya sederhana, ia mengaku sudah tidak tahan hidup bersama karena suaminya tidak bisa mencukupi materi yang diinginkannya. Terutama kebutuhan biaya pendidikan anak-anak mereka.

Saat ditemui beberapa waktu lalu, gugatan Yusna belum diputuskan mahkamah. Hal itu dikarenakan suaminya—sebut saja Salman—tidak menginginkan perkawinan mereka berakhir di tengah jalan. “Anak-anak selalu menjadi alasannya. Tapi kebutuhan mereka payah tamita keudro teuh (harus saya yang usahakan),” tuturnya.

Dia berharap, semoga saja majelis hakim bisa mempercepat urusan perceraiannya. “Saya sudah capek dengan semua ini, apalagi saya harus bekerja untuk memenuhi biaya pendidikan anak,” sebut Yusna.

Lain lagi cerita Rina, bukan nama sebenarnya. Wanita berusia 28 tahun ini menggugat cerai suaminya karena kawin lagi dan sudah setahun tidak menafkahinya. “Ia juga sudah tidak peduli terhadap dua putra kami,” katanya.

Menurut Rina, dalam tiga kali persidangan, majelis hakim langsung memutuskan perkara gugatan yang diajukannya. “Ini dikarenakan bapak anak-anak saya tidak pernah memenuhi panggilan mahkamah,” katanya.

Dalam persidangan terakhir itu, papar dia, dirinya ikut menghadirkan saksi yang menguatkan gugatannya dari kalangan perangkat gampong. “Setelah mendengarkan kesaksian keuchiek dan imam gampong, perkara saya langsung diputuskan. Sekarang tinggal menunggu akta cerai,” tandasnya.

Angka perceraian di Aceh memang terus meningkat dari tahun ke tahun. Selama 2016, Mahkamah Syar’iyah Aceh telah menerima 5.191 laporan perkara perceraian. Jumlah tersebut merupakan data yang masuk hingga November, belum termasuk Desember.

“Untuk Desember, akan ada sekira 500 kasus lagi. Tapi ini masih perkiraan, karena kita belum merekapitulasi data dari seluruh kabupaten/kota,” ujar Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh, Jufri Ghalib, Kamis pekan lalu.

Dibandingkan tahun sebelumnya, kata Jufri, jumlah kasus tahun ini mengalami peningkatan. Pada 2015, kata dia, mahkamah menerima 5.300 laporan perkara perceraian dari seluruh Aceh.
Secara keseluruhan, perkara perceraian yang telah diputuskan selama 2016 berjumlah 4.508 kasus. “Jadi masih tersisa 1.000 lebih kasus yang belum kami ketahui persis hasilnya. Hingga akhir Desember masih diproses dan datanya belum dimasukkan dalam laporan,” imbuh Jufri.

Sementara itu, Badan Penasihat Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Aceh mencatat, pada 2015 terdapat 40 ribu pasangan yang mengajukan pernikahan. Dari jumlah itu, sekitar 13 persen berakhir dengan perceraian. “Untuk tahun 2016, kita masih dalam proses mendata,” ucap Ketua BP4 Aceh Gani Isa.

Persentase perceraian itu, kata Gani, sama dengan data secara nasional. Terdapat 13 persen dari dua juta pasangan di Indonesia memilih mengakhiri rumah tangga mereka. Menariknya, baik Aceh maupun nasional, pengajuan cerai dari pihak istri menempati peringkat terbanyak. “Di Banda Aceh saja, hampir dua per tiga kasus perceraian adalah fasakh (gugatan dari istri). Sisanya talak cerai,” ujar Gani.

Pernyataannya ini diperkuat oleh data Mahkamah Syar’iyah Aceh. Selama 2016, mahkamah mencatat 3.789 kasus cerai merupakan gugatan dari istri. Sisanya perkara cerai talak yang berjumlah 1.402 kasus.

ACEH UTARA TERBANYAK

Panitera Muda Hukum Mahkamah Syar’iyah Aceh, Abdul Latief menyebutkan, kasus gugat cerai oleh istri paling banyak terjadi di Aceh Utara. “Berdasarkan data hingga November 2016, kasus perceraian yang ditangani Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon berjumlah 544 kasus. Sekitar 80 persen dari jumlah tersebut adalah kasus fasakh,” ungkap Latief.

Di bawahnya ada Aceh Tengah dengan 465 kasus. Dari jumlah ini, kasus gugat cerai oleh istri juga mendominasi, yakni 310 kasus. “Posisi ketiga ditempati Aceh Tamiang dengan 401 kasus. Adapun gugat cerai oleh istri 335 kasus,” katanya.

Sementara di Banda Aceh, lanjut Latief, angka perceraian mencapai 260 kasus, dengan laporan gugat cerai oleh istri berjumlah 190 kasus.

PEMICU PERCERAIAN


Menurut Jufri Ghalib, perceraian yang terjadi di Aceh umumnya disebabkan perselisihan dalam rumah tangga. “Faktor tertinggi adalah perselisihan dan pertengkaran yang terjadi terus menerus, sehingga perceraian tak terhindarkan,” jelasnya.

Dari data yang ada, faktor perselisihan memang menempati angka paling dominan, yakni 2.376 kasus cerai. Jufri tak menampik tingginya kesadaran tentang emansipasi dan pemahaman perempuan mengenai gender, ikut mempengaruhi tingkat perceraian.

“Barangkali ada keterkaitan, tapi saya pikir itu persoalan nomor dua. Kebanyakan kasus perceraian yang kami amati lebih dikarenakan masing-masing suami-istri tidak sabar dalam menghadapi persoalan rumah tangga mereka. Akibatnya terjadilah perselisihan, ini yang memicu perceraian,” ungkap Jufri.

Hal serupa dikatakan aktivis perempuan, Ratnasari. Menurutnya, perselisihan yang berlarut-larut antara suami dan istri menjadikan perceraian sulit dihindarkan. Selain itu, usia muda juga dinilainya menjadi pemicu kehancuran rumah tangga.

“Banyak pasangan di Aceh, terutama kalangan suami-istri berusia muda belum punya pemahaman yang memadai tentang arti dari pernikahan. Dari situ lambat laun menuai masalah, perselingkuhan misalnya. Pasangan mudah mengalami kejenuhan, sehingga terjadi perceraian,” ujar Ketua Badan Eksekutif Komunitas Solidaritas Perempuan Aceh ini, Rabu pekan lalu.

Belakangan ini, tambah Ratnasari, kesadaran istri dalam menyikapi persoalan rumah tangga sudah semakin baik. Hal itu berbeda dengan 10 tahun lalu. “Dulu segala hal yang ada di dalam rumah tangga dianggap sebagai masalah private. Jika terjadi kekerasan dalam rumah tangga, istri akan lebih memilih menahan diri,” katanya.

Namun berbeda dengan sekarang ini. Menurut Ratna, kekerasan dalam rumah tangga saja sudah dilarang dalam undang-undang. “Ini saya pikir merupakan satu kemajuan. Baik dari pihak suami maupun istri, tidak bisa lagi berbuat semena-mena dalam keluarga,” ujarnya.

Selain itu, tingginya angka perceraian di Aceh juga dipengaruhi oleh minimnya pemahaman para calon pasangan terhadap hukum agama. Padahal, kata Gani Isa, pemahaman dan pengamalan ilmu agama adalah pondasi awal yang harus dimiliki pasangan sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.

“Banyak yang tidak memahami dan mengamalkan hukum agama terkait munakahat, ini penyebab utama yang kami lihat. Padahal, Islam secara rinci telah menjelaskan bagaimana menjaga kerukunan dalam rumah tangga,” ujar Gani Isa.

Misran, Ketua Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh, menambahkan, di wilayah tugasnya kesus perceraian umumnya terjadi akibat tidak adanya kesiapan mental dari pasangan yang menikah. “Ini yang membuat usia pernikahan terkadang cenderung sangat singkat, hanya dua sampai tiga tahun saja,” katanya.

Dia memeparkan, kertengkaran yang disebabkan ekonomi, perselingkuhan dan kekerasan turut mewarnai kisruhnya rumah tangga di Banda Aceh. “Masalah seperti ini memperlihatkan kepada kita bahwa tidak adanya kesiapan mental dan pemikiran jangka panjang. Bisa dikatakan, menikah karena didasari nafsu saja, karena itu tidak akan bertahan lama,” ujar Misran.

Saat menangani laporan perceraian, lanjut Misran, mahkamah senantiasa mendorong pasangan suami-istri untuk menyelesaikan perselisihan melalui jalan damai. “Prosesnya berawal dari pihak gampong, harus ada prosedur upaya mediasi terlebih dahulu. Jika tidak ada kesepakatan, maka baru dilimpahkan ke mahkamah,” ujarnya.

Dikatakannya, gugatan hanya akan dikabulkan mahkamah apabila memiliki bukti-bukti yang cukup. “Biasanya, gugatan semacam itu karena istri sudah merasa teraniaya. Bisa karena nafkah tidak mencukupi, ditinggalkan atau disakiti. Yang jelas, alasan untuk mengajukan itu harus terpenuhi secara hukum,” tandasnya.

UPAYA PEMBINAAN


Menghindari meningkatnya kasus perceraian, BP4 secara nasional sedang mengupayakan pembaruan materi pembinaan bagi pasangan yang mengajukan pernikahan. Aceh termasuk dalam 16 provinsi yang akan mengadakan uji coba materi yang difasilitasi BP4 pusat tersebut.

Secara substansi, materi tersebut lebih mendorong partisipasi dari para peserta yang dibina. “Ada perubahan modul. Secara umum, isi materinya tetap sama tapi cara penyajian lebih partisipatif, melibatkan peserta juga, jadi tidak pasif. Kita muat simulasinya juga,” ujar Gani Isa.

Sedangkan sebelumnya, menurut dia, peserta pembinaan lebih banyak mendengarka materi saja. “Makanya sekarang kita akan ubah polanya,” katanya.

Untuk kegiatan pembinaan kepada para pasangan yang ingin menikah, BP4 bekerjasama dengan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) yang selama ini rutin menggelar kursus bagi calon pengantin. “PPKS menyediakan tenaga konselor gratis untuk masyarakat,” ujar Kepala bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Perempuan BKKBN Aceh, Faridah, Rabu, 28 Desember 2016.

Dijelaskannya, PPKS dibentuk oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai wadah konsultasi dan akses informasi berkaitan dengan pembangunan keluarga. “Kami mengharapakan dukungan dari seluruh stakeholder dan komponen masyarakat terhadap program ketahanan dan pembangunan keluarga di Aceh,” kata Faridah.

Dikatakannya, upaya tersebut sejalan dengan amanat Undang Undang Nomor 52 Tahun 1999 tentang pengembangan kependudukan dan pembangunan keluarga. “Maka kami terus mengupayakan pengurangan angka perceraian dengan meningkatkan ketahanan keluarga. Kita sepakat, bahwa kualitas bangsa akan dinilai dari kualitas keluarga-keluarganya,” pungkas Faridah.[Sumber: pikiranmerdeka.co]
loading...

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget