google.com, pub-7898008973708560, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Saweu Sikula, Kapolsek Ranto Peureulak Didaulat Menjadi Pembina Upacara Di SMP Negeri 1 Ranto Peureulak | Biografi Nusantara Halloween Costume ideas 2015

Saweu Sikula, Kapolsek Ranto Peureulak Didaulat Menjadi Pembina Upacara Di SMP Negeri 1 Ranto Peureulak

Tribrata News Aceh Timur-Salah satu prioritas pembangunan pendidikan adalah peningkatan mutu pendidikan sebagai jawaban terhadap kerterpurukan sumber daya manusia (SDM) Indonesia di era globalisasi. Peningkatan kualitas SDM ini hanya dapat dipenuhi dengan penyiapan peserta didik dan generasi muda yang aktif, dinamis dan mampu menjawab tantangan global, bukan generasi muda yang malas, rendah diri, apatis, kurang gairah, dan bermasa depan suram. Pada beberapa peserta didik, perilaku-perilaku negatif ini banyak dijumpai sebagai akibat penyalahgunaan narkoba yang saat ini sangat memperihatinkan. Hal tersebut disampaikan oleh Kapolsek Ranto Peureulak, Iptu Musa saat melakukan kegiatan �Saweu Sikula� dan didaulat untuk menjadi pembina upacara di SMP 1 Negeri Ranto Peureulak, pada Senin (30/01) pagi.
Menurutnya, sekolahmempunyai peranan penting selain hal mendidik, namun juga peran dalam pencegahan narkoba. Selain guru di sekolahan, orang tua juga mempunyai peranan penting dalam pencegahan narkoba dan kenakalan remaja. Kata Kapolsek.
Lebih lanjut Kapolsek mengatakan, meningkatnya penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar dapat dikatakan tanggung-jawab bersama, karena penyelesaiannya melibatkan banyak faktor dan kerjasama dari semua pihak yang bersangkutan, seperti pemerintah, aparat, masyarakat, media massa, keluarga, remaja itu sendiri, dan pihak-pihak lain. Maraknya kasus narkoba belakangan ini, terutama yang mengincar anak-anak di lingkungan sekolah tak urung membuat masyarakat resah, khusunya orang tua.
Kapolsek menerangkan, penyalahgunaan narkoba terjadi karena korban kurang atau tidak memahami apa narkoba itu sehingga dapat dibohongi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab (bandar & pengedar). Keluarga, orang tua tidak tahu atau kurang memahami hal-hal yang berhubungan dengan narkoba sehingga tidak dapat memberikan informasi atau pendidikan yang jelas kepada anak-anaknya akan bahaya narkoba. Kurangnya penyuluhan dan informasi di masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba. Untuk itu penyuluhan dan tindakan edukatif harus direncanakan, diadakan dan dilaksanakan secara efektif dan intensif kepada masyarakat yang disampaikan dengan sarana atau media yang tepat untuk masyarakat.
�Dalam pelaksanaan pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah perlu diadakan langkah-langkah, sebagai berikut antara lain menilai besar dan luasnya masalah dan mengembangkan mekanisme pengawasannya. Tetapkan kebijakan yang jelas dan konsisten yang berlaku bagi siswa, guru dan semua personil di lingkungan sekolah yang menyelesaikan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah tidak dibenarkan.� Terang Kapolsek.
Dalam amanatnya kepada para siswa, Kapolsek juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas serta mengimbau untuk tidak mengendarai sepeda motor saat ke sekolah dikarenakan belum cukup umur. Kaposlek kemudian memberikan sosialisasi Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan, dalam rangka mewujudkan budaya tertib berkendara guna menciptakan keselamatan berlalu lintas.
Usai menjadi pembina upacara, Iptu Musa juga menyempatkan diri untuk menyampaikan beberapa himbauan kepada para siswa agar para siswa harus mentaati peraturan sekolah, seperti; kerapian dalam berpakaian, penggunaan atribut/simbol sekolah, jam masuk sekolah tepat waktu dan dihimbau selama berlangsungnya kegiatan belajar mengajar para murid ditegaskan untuk tidak menggunakan handphone dan tidak merokok. (Brigadir Kamil).
Labels:

Post a Comment

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget