Halloween Costume ideas 2015
July 2017

Biografi - Malaikat Jibril dengan perintah Allah azzah wajallah memegang peranan penting dalam peristiwa perang Badar, yang melibatkan kaum muslimin dan kaum kafir Quraisy. Bahkan Jibril bisa disebut sebagai panglima Badar karena pada waktu itu musuh kocar-kacil laru tunggang langgang.

Sejarah mencatat bahwa perang Badar terjadi pada tanggal 17 ramadhan dua tahun setelah hijrah. Perang ini merupakan perang yang tidak seimbang karena pada waktu itu jumlah kaum muslimin lebih kecil jika dibandingkan dengan kaum kafir Quraisy.

Dari pihak kaum muslimin berjumlah kurang lebih 310 orang sedangkan dari pihak kafir Quraisy kurang lebih bejumlah 1010 orang.

Jika dilihat dari segi jumlah dan berbagai peralatan perang maka kaum muslimin jauh dari kata seimbang jika dibandingkan dengan kaum kafir Quraisy.  Kemudian Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam berdoa dan memohon kepada Allah subhanahuwata’ala.

Dalam hadits riwayat Ahmad diceritakan, Setelah Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam melihat kekuatan musuh maka Rasulullah memohon pertolongan Allah Jallah jalaluh sambil menghadapkan dirinya ke arah kiblat sambil berdoa,

“Ya Allah tunaikanlah kepadaku apa yang telah engkau janjikan,Ya Allah jika golongan kaum muslimin ini binasa maka tidak akan ada orang yang akan menyembahmu di muka bumi ini untuk selamanya.”

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam terus-menerus memohon pertolongan kepada Allah subhanahu wata’ala dan berdoa sehingga diceritakan dalam sebuah riwayat sampai kain selendangnya yang berwarna putih terlepas dari pundaknya.

Kemudian Abu Bakar datang menghampirinya dan memungut kain selendangnya terus diletakkan lagi ke pundaknya dan Abu Bakar tetap berdiri dibelakangnya sambil berkata,

“Wahai Nabi Allah, cukuplah permohonanmu pada Tuhanmu karena pasti Dia akan memunaikan apa yang telah dijanjikan kepadamu.”

Kemudian Allah Azzah wajallah mengirimkan 1000 pasukan malaikat yang dipimpin langsung oleh malaikat Jibril. Bahkan para ulama sepakat bahwa malaikat Jibril sebagai panglima perang Badar karena peranan malaikat Jibril lah ummat Islam berada dalam kemenangan.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari disebutkan bahwa,

“Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam berbicara kepada Abu Bakar, ‘berbahagialah Abu Bakar, ini adalah Jibril yang sedang memegang kepala kudanya dan dia membawa peralatan perang.”

Dan dipertegas lagi dengan sebuah ayat yang ada di dalalm Al-Qur’an yang menceritakan bahwa Allah subhanawata’ala mengirimkan 1000 pasukan malaikat yang dipimpin langsung oleh Jibril sebagai panglimanya kemudian ummat Islam berada dalam kemenangan.

Allah azzah wajallah berfirman, “Ingatlah ketika kalian memohon kepada Tuhan kalian, lalu diperkenankan-Nya bagi kalian. Sesungguhnya aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kalian dengan seribu malaikat dengan datang berturut-turut.” Qs. Al-Anfal : 9

Dan akhirnya pasukan muslimin berada dalam kemenangan dimana 70 orang tentara kafir Quraish berhasil dibunuh dan 70 orang berhasil ditawan dan sisanya melarikan diri. Allah azzah wajallah berfirman,

“Sesungguhnya Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah supaya kamu mensyukuri-Nya.” (QS. Al-Imran : 123)

Semoga bermanfaat

wassalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh

Sumber: islamituindah.com.my

Situs Asgardia
Wina - Baru-baru ini, dunia maya dihebohkan dengan kabar yang menyebut bahwa 5.000 warga Indonesia mendaftar untuk pindah ke negara ke angkasa luar. Negara yang dimaksud bernama Asgardia.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, jumlah pendaftar dari Indonesia yang mendaftar untuk menjadi warga negara tersebut naik dalam waktu singkat. Hanya dalam beberapa hari, jumlahnya naik menjadi 7.298 jiwa -- menempati urutan ke-9 dari 226 negara.

Negara yang akan berlokasi di angkasa luar itu dicetuskan oleh ilmuwan Rusia Igor Ahusrbeyli pada 2013. "Negara pertama di angkasa" yang didirikan oleh sekelompok ilmuwan, insinyur, pebisnis, dan para pengacara tersebut, salah satu tujuan nasionalnya adalah menjadi "pelindung Bumi".

"Asgardia akan menjadi sebuah tempat di orbit yang benar-benar 'tak bertuan'," demikian tertera di situs resmi negara tersebut.

"Untuk kali pertamanya dalam sejarah, negara baru diciptakan, bukan di Bumi, tapi di langit." Semacam "negeri di atas awan".

Dalam mitologi nordik, Asgard adalah kota di angkasa, negara para dewa. Asgardia disebut sebagai realisasi impian abadi manusia untuk meninggalkan tempat lahirnya di Bumi dan berkembang ke alam semesta.

Selain itu, terdapat sejumlah fakta menarik soal Asgardia. Berikut 4 di antaranya:

Penduduk dan Tujuan Negara Asgardia

1. Seluruh Penduduk Bumi Bisa Jadi Warga Negaranya

Meski disebut sebagai negara, Asgardia belum memiliki bendera, lagu kebangsaan, atau lambang resmi. Namun hingga kini, entitas tersebut masih dalam tahap persiapan, dengan masing-masing terdapat 12 versi yang diusulkan.

Menurut situs resminya, negara baru tersebut mengundang semua orang untuk bergabung. "Semua manusia hidup di Bumi bisa jadi warga negara Asgardia."

Hingga 26 Juli 2017, jumlah pendaftar mencapai 276.770. Jumlah tersebut naik sebanyak 100.000 jiwa dalam waktu kurang dari satu tahun.

Hingga kini, Asgardia belum diakui satu negara manapun di dunia ataupun oleh PBB.

2. Pelindung Bumi Jadi Tujuan Utamanya

Tujuan utama Asgardia adalah menciptakan "pelindung" yang membentengi Bumi dari ancaman kosmis, seperti asteroid, badai matahari, maupun puing-puing angkasa yang rentang menembus atmosfer.

Gagasan tersebut dinilai sangat ideal. Sebab, hingga saat ini, lembaga antariksa papan atas dunia belum mengetahui bagaimana mencegah satelit mereka bertabrakan, apalagi menghentikan sebuah batu angkasa menabrak Bumi.

Satelit pertama negara tersebut, Asgarida-1, dijadwalkan akan diluncurkan pada musim gugur 2017 menuju Stasiun Angkasa Luar Internasional (ISS). Dari sana, satelit itu akan bergerak menuju 400 km dari atas Bumi.

Ashurbeyli, yang juga pengusaha, diyakini menyediakan sejumlah besar modal untuk meluncurkan proyek tersebut. Belum jelas dari mana dana besar untuk mempertahankan misi yang pastinya tak murah itu bakal datang.

"Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan sebuah platform legal untuk menjamin perlindungan pada Bumi dan menyediakan akses teknologi antariksa bagi mereka yang belum punya akses saat ini," kata Ashurbeyli kepada Guardian.

Wilayah Fisik dan Sengketa Hukum

3. Belum Memiliki Wilayah Fisik

Hingga saat ini, Asgardia masih berupa angan-angan, meski situs negara tersebut digarap secara serius. Igor Ashurbeyli mengatakan, secara teoritis penduduk Bumi bisa menjadi warga "negeri di atas awan" itu tanpa harus meninggalkan rumah. Cukup mendaftar dengan perantara internet.

Menurutnya, warga negara Asgardia belum bisa tinggal di atas satelit yang mengorbit.

"Secara fisik, warga negara Asgardia akan berada di Bumi. Mereka tinggal menyebar di berbagai negara di Bumi," kata Ashurbeyli, seperti dikutip dari News.com.au.

"Mereka bisa jadi warga suatu negara (sungguhan) dan pada saat bersamaan jadi warga negara Asgardia."

Saat ini, asgardian--sebutan untuk warga Asgardia, paling banyak berasal dari Turki, China, Amerika Serikat, Brasil, dan Inggris. Di posisi keenam hingga sepuluh adalah Italia, Meksiko, India, Indonesia, dan Spanyol.

4. Masih Tersandung Sengketa Hukum

Perjanjian Angkasa Luar PBB mengatur, angkasa adalah milik manusia dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk seluruh umat. Tak ada satu pihak pun yang bisa mengklaim Bulan, Matahari, dan objek langit lainnya.

Perjanjian juga memberi tugas kepada bangsa-bangsa dalam hal pengawasan kegiatan angkasa--baik melalui badan pemerintah, perusahaan komersial, ataupun organisasi nirlaba.

Suatu negara kemudian bertanggung jawab atas kerusakan apa pun yang mungkin saja disebabkan peluncur maupun satelit, baik di angkasa maupun di mana pun di Bumi.

Profesor Sa'id Mosteshar, Direktur London Institute of Space Policy and Law, meragukan Asgardia bisa diakui sesuai hukum internasional.

"Perjanjian Angkasa Luar, yang diterima siapa pun, mengatur dengan jelas bahwa tak ada satu bagian pun di angkasa luar yang bisa diklaim sebuah negara," kata dia.

Mengingat Asgardia tidak punya wilayah teritorial, sementara "warga negaranya" masih berada di Bumi, peluang untuk diakui sebagai negara, menurut Mosteshar, sangat kecil.| Liputan6.com

(Datuk Haris Molana/detikcom)
Biografi - Kelangkaan pasokan garam mulai menyebar ke daerah-daerah, salah satunya di Aceh. Kondisi ini membuat pengusaha ikan asin di Kota Lhokseumawe kesulitan mendapat garam. Gara-gara seretnya pasokan, harga garam di Aceh naik dari Rp 25.000 per sak (10 kg) menjadi Rp 75.000 per sak.

"Selama 2 bulan terakhir kami merugi. Garam sebagai bahan baku ikan asin sangat langka. Walau ada, harganya sangat mencekik sementara harga ikan tidak ada peningkatan," kata Razali seorang pengusaha ikan asin di Lhokseumawe kepada detikcom, Kamis (27/7/2017). Garam untuk ikan asin dipasok dari Medan, Sumatera Utara. Namun sekarang stok garam sedang kosong.

Selain itu, harga garam yang naik menjadi Rp 75.000 per sak membuat para pengusaha ikan asin merugi. "Kami sangat rugi. Walapun tidak rugi total akan tetapi kami tidak memiliki keuntungan dalam dua bulan terakhir ini. Saya harap pemerintah dengan sigap mengambil langkah tegas agar kelangkaan garam cepat teratasi," kata Razali. Sebelumnya, Presiden Jokowi Jokowi akan memastikan lebih lanjut ke para menteri soal pemicu kelangkaan garam.

"Saya nanti akan cek langsung beberapa menteri dan BUMN terkait dengan PT Garam, misalnya. Saya akan lihat masalahnya apa," tutur Jokowi usai acara Peresmian Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2017 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (27/7/2017).

Jokowi juga melihat ada faktor lain yang menyebabkan harga garam mahal, yakni distribusi yang tersendat. "Kalau memang ada permasalahan pasokan, masalah distribusi, akan kita selesaikan," tandas Jokowi.(Detik.com)

Biografi - Beredar sebuah video seorang dukun meraba-raba paha wanita cantik.
Video yang di antarnaya diunggah akun Youtube trending topik pada Jumat (14/7/2017) tersebut memperlihatkan tiga wanita mendatangi seorang dukun.

Satu wanita merekam kegiatan mereka.

Sang wanita berbaju hitam, tampak mengobrol dengan sang dukun.

Setelah itu dukun melakukan berbagai ritual.

Ia menyuruh wanita itu meratakan telapak tangannya.

Kemudian ia mengikatkan sebuah tasbih panjang di tangan wanita itu.

Setelah itu ia mengambil semacam tongkat kecil dan menekan tangan wanita itu berkali kali.

Sang wanita kemudian menunduk, lalu dukun itu menepuk-tepuk kepala wanita itu menggunakan papan kayu kecil.

Tak disangka, setelah itu sang dukun berkata kepada wanita itu sambil memegang pahanya.

Wanita tersebut sontak tak terima dengan perlakuan sang dukun cabul.

Bahkan ia sampai menepis tangan usilnya tersebut.

Tak kapok, sang dukun justru malah memegang kembali paha wanita tersebut.

Sang wanita dan teman-temannya emosi melihat perlakuan dukun tersebut.

Adu cekcok terjadi antara para wanita itu dengan sang dukun.

Setelah itu mereka pergi meninggalkan lokasi kejadian.

Diduga kejadian itu terjadi di Thailand.

Belum diketahui pasti untuk apa tujuan wanita tersebut datang ke dukun tersebut.

Lihat videonya di atas! (Trb)

Biografi - Jauh sebelum kisah Cut Nyak Dien, Malahayati, dan Ratu Safiatuddin, ada seorang gadis cantik dari Aceh yang memiliki cerita tragis dalam kehidupannya. Kisah ini ada sebelum Islam memasuki Aceh, tepatnya ketika Hindu dan Buddha masih menguasai wilayah tersebut.

Adalah Nian Nio Liang Khie, putri seorang laksamana perang wanita dari Tiongkok yang membawa 2.000 pasukan wanita berpakaian serba merah. Mereka datang ke Aceh untuk menaklukkan Kerajaan Indra Jaya, Indra Patra, dan Indra Puri.

Namun, mendengar berita kerajaan tetangganya telah diserang oleh pasukan wanita dari Tiongkok, Kerajaan Indra Purba yang dipimpin oleh Indra Sakti itu bersiap menghadang serangan pasukan Nio Liang Khie dan ibunya Liang Khie. Ia pun akhirnya meminta bantuan dari laskar perang milik kerajaan Islam di Peureulak untuk membantu melawan mereka.

Setelah pertempuran yang sengit, akhirnya Liang Khie tewas dalam pertarungan sengit itu dan Nian Nio Liang Khie atau yang lebih dikenal sebagai Putroe Neng menjadi tawanan perang. Meski menjadi tawanan perang, kecantikan Nian Nao Liang Khie tidak pernah pudar.

Saat itulah, raja dari kerajaan yang bersekutu dengan kerajaan Indra Purba, yakni Sultan Meurah Johan jatuh cinta kepada sosoknya. Meski telah menikah dengan Putri Indra Kusuma-putri bungsu dari Indra Sakti, dia menyimpan rasa terhadap Nian Nao Liang Khie.

Setelah bergabung dengan Kerajaan Darud Donya Aceh Darussalam, ternyata perasaan cinta Meurah Johan pun berbalas. Dia akhirnya menikahi wanita keturunan Tiongkok itu-yang memilih masuk Islam dan mengubah namanya menjadi Putroe Neng.

Tetapi siapa sangka, kisah cinta yang singkat itu berujung kematian Meurah Johan. Setelah malam pertama dengan Putroe Neng, Meurah Johan pun terbujur kaku dengan kulit tubuh membiru. Wanita yang masih berada di samping Meurah Johan itu merasa sedih dan kebingungan karena suaminya tewas usai menyentuh dirinya.

Setelah suaminya meninggal, Putroe Neng pun menjadi janda kembang yang diincar oleh banyak pria pada saat itu. Bermacam cara dilakukan para pria itu untuk merebut simpatinya sampai ia luluh. Pernikahan kembali dilangsungkan, namun yang terjadi sama seperti kejadian kematian suami pertamanya.

Kabar itu cepat menyebar hingga ia dijuluki sebagai wanita pembawa sial. Para orang tua yang memiliki anak lelaki pun mulai ketakutan mendengar rumor tersebut. Namun, paras cantik Putroe Neng memang tidak bisa dipungkiri, semakin banyak pria yang ingin meminangnya.

Mereka menganggap nasib suami-suami Putroe Neng hanya kebetulan belaka. Sampai akhirnya pernikahan demi pernikahan dijalani gadis itu hingga 99 suaminya meninggal secara mengenaskan.

1. Racun berbahaya

Lalu apa yang membuat semua suaminya meninggal dengan kondisi sama? Faktanya Putroe Neng tidak pernah membunuh para suaminya, melainkan ia memiliki racun yang telah ditanam di kemaluannya oleh nenek Putroe bernama Kie Nai-Nai saat masih remaja.

Racun ini merupakan kumpulan beberapa binatang yang diramu oleh nenek dengan tujuan untuk melindungi Putroe Neng dalam masa-masa perang yang sulit diperkirakan. Selain itu, ada mantra-mantra ilmu hitam yang terkandung dalam racun dimasukkan ke dalam bambu, kemudian bambu tersebut dibelah dua. Satu bagian dilempar ke gunung, dan potongan lainnya dibuang ke lautan.

Setelah kejadian demi kejadian, Putroe Neng pun memilih untuk sendiri agar tidak ada korban lagi yang berjatuhan. Seorang ulama bernama Teungku Syiah Hudam pun berniat untuk melamar Putroe Neng. Namun lamaran tersebut ditolak secara halus karena takut kejadian tersebut terulang lagi kepada sang ulama.

Karena ulama itu terus bersikeras, akhirnya Putroe Neng pasrah kepada Tuhan dan menerima lamaran tersebut. Teungku Siah Hudam yang menjadi suaminya yang ke-100 itu ternyata memiliki ilmu dan doa untuk mengambil semua racun mematikan yang ada di tubuh istrinya itu.

Setelah racun dicabut, Syeikh Syiah Hudam membawa Putroe Neng pulang ke Peureulak dan bersama-sama mendakwahkan Islam di sana. Namun sayangnya, kecantikan Putroe Neng yang selalu terlihat awet muda luruh menjadi terbalik, ia bahkan lebih terlihat tua dari umurnya dan bahkan lebih tua dari pelayan setianya, Yupie Tan.

Ia pun sering sakit-sakitan dan juga tidak memiliki anak. Tetapi Syeikh Syiah Hudam selalu menyayangi Putroe Neng dengan apa adanya sampai pada akhirnya Putroe Neng meninggal. Ia dimakamkan di Desa Blang Pulo (saat ini Lhokseumawe) berdekatan dengan makam Syeikh Syiah Hudam.

Terlepas dari legenda, ternyata cerita ini masih menjadi kontroversi. Karena ada beberapa sumber mengatakan bahwa 99 suami itu hanyalah kiasan banyaknya pria yang berhasil ditaklukkan oleh Putroe Neng di peperangan.

Namun, Cut Hasan selaku penjaga makam Putroe Neng membenarkan fakta 99 suami Putroe Neng yang meregang nyawa di ujung ranjang melalui ihwal mimpi yang sering ia alami. Namun, untuk ke 99 suami Putroe Neng tersebut, ia tidak mengetahuinya secara keseluruhan.

(sumber: Putroe Neng, Ayi Jufidar, 2011) (poy)

AKP Rosana Albertina Labobar (Foto: Dok. Pribadi)
Ada yang menarik dalam penggerebekan 1 ton sabu di kawasan Pantai Anyer, Banten. Ketua Tim Penyelidikan (Katim Lidik) kasus ini ternyata adalah seorang perempuan. Dia adalah AKP Rosana Albertina Labobar atau akrab disapa Ocha.
Ocha bekerja di bawah tim Satgas Merah Putih. Ada 36 orang yang menjadi anggota satgas tersebut. 11 Orang anggota Polres Depok, sedangkan sisanya adalah anggota Polda Metro Jaya.
Kepada kumparan (kumparan.com), perempuan kelahiran Ambon, 31 tahun lalu ini membagi pengalamannya mengungkap jaringan narkoba internasional tersebut. Ocha sudah sejak 6 Juni lalu mengekori sindikat asal Taiwan yang juga residivis narkoba itu.
"Saya sudah ngintai mereka sejak di bandara, ngikutin pergerakannya ke mana aja, ngintai aktivitas mereka 24 jam," ujar Ocha, Jumat (14/7).
Para pelaku berkali-kali pindah hotel, dari Hotel Citra Garden, Putra Garden, Puri Kemang, dan beberapa lokasi lain hingga ke salah satu rumah di kawasan Pantai Anyer, dan terakhir di Hotel Mandalika Anyer.
Mereka juga sempat pergi ke Malaysia selama 3 hari. Setelah tiba di Indonesia, kelompok Taiwan ini kembali beroperasi di kawasan Anyer. Ocha dan tim kembali membuntuti mereka.
Bukan perkara mudah mengekori penjahat kelas internasional. Sebagai Katim Lidik, Ocha harus mendekat ke lokasi agar dapat memantau aktivitas pelaku. Dia sampai harus tidur di semak-semak selama berjam-jam demi melihat langsung kegiatan para pelaku.
"Saya tengkurap 4 jam sampai mengetahui kegiatan-kegiatan mereka. Saya tidur di mobil, di emperan jalan, enggak pulang, itu risikonya," kata ibu satu anak ini.

Para pelaku yang sering beraktivitas malam hari membuat tim Satgas Merah Putih juga harus melakukan pengintaian malam. Namun karena kondisi gelap, hasil pengintaian pun terbatas.
"Mata saya tidak bisa melihat langsung kapal atau aktivitas mereka karena gelap. Bibir pantai sangat curam, jaraknya sekitar 5 meter ke bawah, jadi enggak bisa lihat. Kapal yang datang pun enggak terlihat," tutur perempuan lulusan Akpol tahun 2007 ini.

Kerja memang tak pernah mengkhianati hasil. Puncaknya pada Kamis (12/7), tim Satgas Merah Putih berhasil membongkar penyelundupan satu ton sabu.
Proses pembongkarannya pun tidak mudah. Pelaku nekat melawan dengan berusaha menabrak polisi menggunakan mobil. Terpaksa polisi menembak mati salah satu pelaku, yakni Lin Ming Hui, yang merupakan bos atau pengendali jaringan tersebut.
Dua pelaku lain, yakni  Chen Wei Cyuan dan Liao Guan Yu berhasil ditangkap. Satu pelaku lainnya yakni Hsu Yung Li, sempat melarikan diri hingga sore harinya berhasil tertangkap di Cilegon, saat berusaha melarikan diri ke luar negeri.
Peredaran satu ton sabu yang berhasil digagalkan tim Satgas Merah Putih ini menyelamatkan 5 juta nyawa di Indonesia. Great Job team! | kumparan.com


BIOGRAFI- Inilah Wasiat Nabi Khaidir As, kepada Syech Abdul Rauf Syiah Kuala dan Sulthan Iskandar Muda di Istana Kutaraja, Tersurat dalam Naqal Syèc:

1. Bahwa lebih kurang dalam tahun 1260 H. Negeri Acheh akan ditimpa cobaan.

2. Bahwa dalam tahun 1320 H. Negeri Acheh dikalahkan oleh Pemerintah “Ba” (Belanda), yang datang dari pihak barat.

3.Bahwa beberapa lama kemudian sekitar 40 Musem. Pemerintah “Ba” (Belanda), dikalahkan oleh Pemerintah “Jim” (Jepang), yang datang dari pihak matahari terbit.

4. Bahwa lebih kurang empat Musem Pemerintah “Jim” (Jepang), menguasai Negeri Acheh, tiba-tiba ia keluar dalam sekejab mata, karena dikalahkan oleh praja (syimbol) Ajam, praja gajah, praja beruang, praja singa (Sekutu) dan barang sebagainya.

5. Setelah Pemerintah “Jim” (Jepang) keluar, maka negeri Acheh dan negeri dibawah angin lainnya, atas usaha isi negeri itu, akan berdiri satu Kerajaan yang menaklukkan negeri Acheh dan negeri dibawah angin lainnya (negeri kosong pemimpin). 

6. Pemerintah itu bernama ber-awalan huruf, “Alif” (Indonesia) dan ber-akhiran dengan huruf “Jim” (Jawa). Pemerintah itu akan berdiri sampai kuat, akan tetapi negara haru-hara, banyak pertumpahan darah, rakyat banyak mudharat, kehidupan susah, perdagangan mahal, pakaian dan makanan mahal. Yang pandai tutup mulut, orang-orang besar banyak yang dusta.

Semua orang berpaling muka pada pembesar itu. Perampasan terjadi di ditiap-tiap persimpangan, dengan tidak bersenjata dan banyak orang pada masa itu sangat suka pada kuning dan merah dengan menanti yang tidak mengakui “Allah” dan bermusuhan dengan agama yang ada diatas bumi ini.

7. Bahwa pada waktu itu ummat Islam banyak tersesat, karena kurang ilmu, kurang amal, lemah iman, banyak dosa, ketika itu banyak ummat Islam meninggalkan “Mazhab” yang empat dan membuat “Mazhab” kelima dan itulah tanda kekacauan, kutok dan bala.

8. Manusia pada waktu itu banyak membuang adat istiadat sendiri dan mengambil adat istiadat orang lain. Pada saat itulah manusia telah banyak meninggalkan Syariat Nabi Muhammad SAW dan mengkafirkan i’tikad Ahlussunnah Waljama-ah dan pada waktu itulah orang negeri banyak mengikut huruf “enam” dan ada juga yang suka pada huruf Fa (Fasek) – Qaf (Qufur) – Jim (Jahil) atau Qaf (Qufur) – Mim (Murtad) – Jim (Jahil) – Nun (Nakal) dan Sin (sesat). Mereka tidak mengaku adanya Tuhan Rabbul A’lamin.

9. Bahwa nanti akan datang pada satu waktu rakyat bangkit dengan amarahnya seperti api yang menyala-nyala. Berarti membela negeri dan ingin melepaskan diri dari kuning dan merah dan barang sekaliannya. Akan tetapi kelakuannya bermacam-macam ragam dan pada akhirnya, yang mentransfer kuning dan merah itulah yang menang. 

Nyakni golongan yang tidak suka pada pekerjaan atau perbuatan yang salah. Serta berdiri agama meunurut Ahlussunnah Walajama-ah, yang bermazhab dengan mazhab “empat”. Negeri aman, damai, adil dan makmur seperti dahulu kala, yakni akan menang orang ber-iman.

10. Pada tahun 1440 H. Negeri Acheh Akan dikuasai oleh Pemerintah Ajam (Rakyat) yang dipimpin oleh pemimpin yang muncul dari rakyat yang berdarah pemimpin ade. Manusia pada waktu itu kuat agamanya, kuat imannya. 

Bidang ibadah dan pengajian di Dayah-dayah sangat banyak dari orang menuntut ilmu, tapi manusia pada waktu itu banyak yang takut, baik orang biasa, teungku-teungku, teungku-teungku dayah, orang mengaji dan teungku-teungku di desa-desa sangat takut kepada penyakit yang tidak dapat terdeteksi, diperiksa dengan alat medis.

Penyakit itu dia-nya, tenun atau sihir, karena banyak manusia kala itu juga menuntut dan mengamalkan ilmu-ilmu sihir atau ilmu hitam.Kala itu, saat datangnya pemimpin ade yang menjalankan adat dan hukom. sampai negeri aman, damai, adil dan makmur, sejahtera seperti dahulu kala (akan berdiri kembali Kesulthanan Acheh Serambi Makkah Wal aman).

Sumber: Kitab Mandiyatul Badiah, Syech Abdul Raul Syiah Kuala seperti dikutip Aneuk Jeumpa, 23 Januari 2017.

Jagat maya tengah diramaikan dengan kasus seorang anggota TNI yang terjatuh dari motor karena ditabrak minibus dari belakang. Insiden itu terjadi pada Kamis, 6 Juli 2017 siang hari sekitar pukul 11.30 WIB di setopan lampu lalu lintas Tugu Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur.
Uniknya, usai ditabrak anggota TNI ini malah melakukan tindakan yang membuat simpati dari warganet di media sosial. 
Bukannya marah, anggota TNI berseragam lengkap itu hanya menegur dan mengatakan ''Pak kalau nyupir hati-hati" , kemudian pergi begitu saja.
Peristiwa ini diceritakan oleh akun Dwi Suharno Harno di grup INFO LANTAS SIDOARJO. Postingan Dwi pun banjir komentar dan mendapat 13 ribu like.
Berikut cerita lengkapnya.
Kejadian Tadi siang jam 11.30. Smga bs jd panutan wat qt smua.
Seorg Anggota TNI d Tabrak Mobil Avanza silver dari blakang, Hingga bpk ini trjatuh.
Stlh saya bnt Berdiri dlm Benak saya N pengendara lain yg d lokasi kejadian brfikir sopir mobil d pukuli.
Trnyata Anggota TNI ini malah Menegur dgn Santai... Pak lau Nyopir Mobil Hati2,Trus pergi begitu saja.
Cuman Mobil itu Akhirnya D Amankan Oleh 2 Bpk Polisi yg klr dari pos penjagaan.
LOKASI Kejadian Stopan Tugu Pahlawan.
Mudah2an Bnr2 bs jd Panutan wat qt Smua.
Bravo TNI...
Terlihat dari tiga foto yang diposting, ada beberapa kerusakan di bagian motornya.
 TNI Ditabrak
 TNI Ditabrak
 TNI Ditabrak
Sikap yang ditunjukkan seorang anggota TNI tersebut kontan menuai pujian. Warganet ramai mengelukan anggota TNI yang penyabar ini.
" Salut, semoga bpk aparat tni trsbt ,beliau di berikan kesehatan pnjg usia di limpahkan rizkix oleh alah ta, ala AMIN...," kata @Memed Lamidi
" Tapi jangan disalah gunakan kesabaran TNI sekali blayer rontok jiwaraga," kata @Bayu Satria
" TNI yang begini patut diacungi jempol atau ditiru," ucap @Leman Duro.
" Orang sabar orang yg pandai mengendalikan dirinya," ucap @Joni Subakti Subakti
(Facebook.com/‎Dwi Suharno Harno)

Biografi - Semen Indonesia Group merupakan merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang bisnis semen yang menaungi beberapa perusahaan seperti PT Semen Gresik, PT Semen Padang, PT Semen Tonasa, PT Semen Kupang Indonesia, PT Semen Indonesia Aceh, Thang Long Cement Vietnam, mengundang putra-putri terbaik Indonesia untuk bergabung mengembangkan karir.

MANAGEMENT TRAINEE SEMEN INDONESIA GROUP

S1 (Akreditasi jurusan minimal B):

    S1 Teknik Industri
    S1 Teknik Kimia
    S1 Teknik Elektro
    S1 Teknik Mesin
    S1 Teknik Sipil
    S1 Teknik Geologi
    S1 Teknik Lingkungan
    S1 Teknik Pertambangan
    S1 Instrumentasi
    S1 Kimia (Analis)
    S1 Manajemen Keuangan
    S1 Manajemen Bisnis
    S1 Manajemen Pemasaran
    S1 Akuntansi
    S1 Psikologi (Industri)
    S1 Desain Komunikasi Visual
    S1 Hubungan Masyarakat
    S1 Hukum
    S1 Ekonomi Pembangunan
    S1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Kualifikasi Umum:

    Pendidikan Sarjana dengan jurusan yang telah ditetapkan
    Warga Negara Indonesia
    IPK minimal 3.00 (Skala 4.00)
    Usia maksimal 27 tahun (per 31 Desember 2017)
    Sehat Jasamani dan Rohani
    Tidak Buta Warna untuk jurusan no 2,3,4,5,6,7,8,9,10,14,16, dan 20
    Berkelakuan baik, tidak pernah terlibat tindak kriminal dan penyalahgunaan NAPZA
    Bersedia ditempatkan di seluruh Entitas & Area Operasional Semen Indonesia Group


SUPERVISOR TRAINEE & OPERATIONAL TRAINEE PT SEMEN GRESIK

D3 (Akreditasi jurusan minimal B):

    D3 Teknik Elektro
    D3 Teknik Kimia
    D3 Teknik Mesin
    D3 Teknik Pertambangan
    D3 Teknik Lingkungan
    D3 Teknik Sipil
    D3 Instrumentasi
    D3 Akuntansi
    D3 Manajemen Keuangan
    D3 Hiperkes & Keselamatan Kerja
    D3 Hubungan Masyarakat
    D3 Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga dan Pelabuhan
    D3 Manajemen Logistik
    D3 Manajemen Pemasaran
    D3 Manajemen SDM
    D3 Manajemen Bisnis

Jurusan SMK:

    SMK Teknik Kimia
    SMK Teknik Listrik
    SMK Teknik Mesin
    SMK Teknik Instrumentasi

Kualifikasi Umum:

    Pendidikan Diploma 3 (Supervisor Trainee) & SMK (Operator Trainee) dengan jurusan yang telah ditentukan
    Warga Negara Indonesia
    IPK minimal 2.75 (Skala 4.00) untuk D3 & Nilai UN rata – rata 7.00 untuk SMK
    Usia maksimal 25 tahun untuk D3 & maksimal 23 tahun untuk SMK (Per 31 Desember 2017)
    Sehat Jasmani dan Rohani
    Tidak Buta Warna untuk jurusan no 1,2,3,4,5,6,7,10,12, dan SMK
    Berkelakuan baik, tidak pernah terlibat tindak kriminal dan penyalahgunaan NAPZA
    Bersedia ditempatkan di seluruh area operasional Perusahaan

Registrasi Online dapat dilakukan di website http://lp3t.psikologi.unair.ac.id/ mulai tanggal 12 Juli 2017 sampai 18 Juli 2017

Anda bisa menambahkan akun official LINE LP3T untuk informasi lebih lanjut, ID @lp3t.unair

Rekrutmen ini tidak dipungut biaya apapun

Sumber: in.tinjauanbandingan.net

PT Waskita Karya (Persero) Tbk merupakan salah satu BUMN yang terdepan dalam industri konstruksi, engineering, infrastruktur, investasi, dan realty. Di dalam industry konstruksi, kami memiliki aktivitas dengan cakupan yang luas termasuk dalam jalan tol, jembatan, pelabuhan, bandara, bangunan penyaluran air, pabrik semen, pabrik-pabrik, dan fasilitas industri yang lain.
PT Waskita Karya (Persero) Tbk memiliki kepercayaan yang kuat bahwa pegawai adalah aset yang terbaik. Kami memiliki komitmen tentang kesetaraan dalam rekrutmen, mengembangkan dan mempertahankan talenta yang terbaik untuk memenuhi visi dan misi kami.
PT Waskita Karya membuka kesempatan untuk program Management Trainee dalam area:
MT Teknik
  • Jurusan Teknik Sipil
  • Jurusan Teknik Arsitektur
  • Jurusan Teknik Elektro
  • Jurusan Teknik Geologi
  • Jurusan Teknik Geodesi
  • Jurusan Teknik K3
  • Jurusan Teknik Lingkungan
  • Jurusan Teknik Mesin
  • MT Non Teknik
    • Jurusan Kesehatan Masyarakat (Peminatan K3)
    • Jurusan Akuntansi
    • Jurusan Manajemen Keuangan
    • Jurusan SDM
    • Jurusan Hukum
    • Jurusan Marketing / Pemasaran
    Persyaratan:
    1. Fresh Graduate dengan maksimum umur 25 tahun.
    2. Sarjana (S1) dari universitas yang memiliki reputasi dengan IPK minimum 2.75.
    3. Bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia dan di Luar Negeri.
    4. Tertarik dengan industry konstruksi, engineering, precast, realty dan jalan tol.
    5. Memiliki motivasi yang tinggi dan komitmen yang kuat dalam pencapaian karir dan tujuan personal serta tujuan organisasi.
    Untuk Pendaftaran dapat mengisi salah satu Form Dibawah ini:
    http://bit.ly/2sutREb Atau http://bit.ly/2qOVQNB
    Pendaftaran ditutup tanggal 15 Juli 2017
    Sumber: acehjobs.net

    Aksi aneh perempuan ini bikin netizen geleng-geleng kepala.

    Sewajarnya minuman kaleng diproduksi untuk diminum.

    Kemasan kaleng itu pun sengaja dibuat untuk melindungi cairan yang ada di dalam.

    Kebanyakan dari kita mungkin punya kebiasaan membuat penyok kaleng minuman setelah meneguk isinya.

    Tapi itu pun kita lakukan dengan menggunakan tangan.

    Untuk beberapa orang mungkin perlu perjuangan membuat kaleng menjadi penyok.

    Video yang sudah ditonton 828.000 kali ini membuat banyak orang bengong.

    Banyak dari mereka yang tak percaya bagaimana wanita berambut keriting itu melakukannya.

    Dalam rekaman itu, terlihat ada sebuah bangku kayu yang di atasnya berjejeran minuman kaleng.

    Wanita yang tak disebutkan namanya itu terlihat memakai kaus tanpa lengan berwarna biru dan celana jeans.

    Dilihat dari Facebook Viral Mania, minuman kaleng itu jumlahnya kira-kira ada 20 buah.

    "Kau siap?" kata si wanita itu.

    Ternyata, ia menundukkan diri dan memecahkan minuman kaleng itu dengan payudaranya!

    Tak tanggung-tanggung, hanya butuh sekali pencet kaleng tersebut langsung penyok!

    Hal itu ia lakukan berulang-ulang hingga kaleng terakhir.

    Saat setengah jalan, ia berganti dari payudara kanan ke payudara kiri.

    Semua kaleng yang ia pecahkan ia sertakan suara sambil mengerang.

    Saking semangatnya, kepalanya sampai terantuk di bangku tersebut.

    Beberapa detik ia terlihat mengaduh.

    Bukannya payudaranya yang sakit, malah kepalanya yang nyut-nyutan.

    Lihat videonya di sini!

    Selamat pagi para pengunjung setia pilahberita.com di seluruh indonesia.  Kementerian Desa PDTT dalam Tahun Anggaran 2017 kembali membuka Rekrutmen Tenaga Pendamping Pembangunan Kawasan Perdesaan yang pendaftaran dimulai sejak tanggal 9 Mei sampai dengan 17 Mei 2017.
    Pemberitahuan Rekrutmen Tenaga Pendamping Pembangunan Kawasan Perdesaan tahun 2017 didasarkan Surat Direktorat Jenderal Pernbangartan Kawasan Perdesaan, Kementerian Desa PDTT  Nomor B.116/DPKP/05/2017 tentang Pemberitahuan Rekrutmen (Seleksi) Tenaga Pendamping Pembangunan Kawasan Perdesaan Tahun 2017


    Isi Surat tersebut menyatakan bahwa berdasarkan target prioritas Direktorat Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan Tahun 2017 yang termasuk didalamnya Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) - RPJMN Tahun 2015-2019, dan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pembangunan Kawasan Perdesaan, Surat Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan Nomor B.95/DPKP/04/2017 tanggal 26 April 2017 tentang Pemberitahuan Lokasi Pendampingan Kawasan Perdesaan Tahun 2017 Direktorat Jenderal Pernbangartan Kawasan Perdesaan, Kementerian Desa PDTT dalam Tahun Anggaran 2017 akan melaksanakan pendampingan kawasan perdesaan.
    Pendampingan Kawasan Perdesaan Tahun 2017 akan dilaksanakan di 64 Kabupaten/Kota yang tersebar di 31 provinsi sebagaimana yang sudah ditetapkan, dengan menempatkan satu orang Pendamping Kawasan Perdesaan bidang manajemen dan satu orang Pendamping Kawasan Perdesaan bidang Teknis di setiap kabupaten lokasi pendampingan.
    Setelah dilakukan evaluasi kineria terhadap Pendamping Kawasan Perdesaan Tahun 2016, terdapat 69 orang pendamping yang merniliki kinerja baik, selanjutnya telah ditempatkan di lokasi kabupaten tahun 2017. Untuk memenuhi kebutuhan Pendamping Kawasan Perdesaan yang baru sebanyak 59 orang, maka akan dilakukan seleksi terbuka atau Rekrutmen (Seleksi) Tenaga Pendamping Pembangunan Kawasan Perdesaan Tahun 2017.
    Pendamping Kawasan Perdesaan (Bid. Manajemen)
    a. Pendidikan minimal S-1 atau D-3, atau setara S-1 dan D-3 semua bidang ilmu;
    b. S-1 atau sederajat berpengalaman bidang relevan dengan pemberdayaan masyarakat desa selama 4 (empat) tahun;
    c. D-3 atau sederajat berpengalaman bidang yang relevan dengan pemberdayaan masyarakat desa selama 6 (enam) tahun;
    d. Berpengalaman memfasilitasi kerja sama dengan aparat pemerintah daerah kabupaten/ kota;
    e. Berpengalaman melakukan pendampingan dan advokasi kepada masyarakat desa dalam rangka pemberdayaan masyarakat
    f. Berpengalaman dalam pengorganisasian masyarakat antar-desa dan kawasan perdesaan;
    g. Berpengalaman dalam memfasilitasi Musyawarah Desa dan/ atau Antar Desa;
    h. Memiliki kemampuan dalam teknik fasilitasi kelompok-kelompok masyarakat desa dalam musyawarah desa dan atau antar-desa;
    i. Mengenal adat isfiadat, budaya, tradisi dan kearifan lokal masyarakat di lokasi tugas, termasuk diantaranya mampu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa daerah kabupaten setempat;
    j. Mampu mengoperasikan komputer minimal program MS. Office (MS. Word dan MS. Excel), serta mampu memanfaatkan layanan email;
    k. Mampu berkomunikasi dengan bahasa Indonesia dengan baik, baik lisan maupun tulisan;
    l. Mampu memfasilitasi dan bekerja sama dalam tim;
    m. Pada saat melakukan pendaftaran, usia maksimal 50 (lima puluh tahun);
    n. Diutamakan berdomisili di daerah setempat dalam lingkup lingkup kabupaten/kota lokasi tugas.
    Pendamping Kawasan Perdesaan (Bid.Teknis)
    a. Pendidikan Strata S-1 atau D3, atau setara S-1 dan D3, diutarnakan bidang Teknik Lingkungan, Planologi, atau Teknologi Pertanian;
    b. S-1 atau sederajat memiliki pengalaman pemberdayaan masyarakat desa selama 4 (empat) tahun;
    c. D-3 atau sederajat memiliki pengalaman minimal bidangn pemberdayaan 6 (enam) tahun;
    d. Berpengalaman memfasilitasi kerja sama dengan aparat pemerintah daerah Kabupaten/ Kota;
    e. Berpengalaman melakukan pendampingan dan advokasi kepada masyarakat desa dalam rangka pemberdayaan masyarakat;
    f. Berpengalaman dalam pengorganisasian masyarakat antar-desa dan kawasan perdesaan;
    g. Memiliki kemampuan melakukan teknik fasifitasi kelompok-kelompok masyarakat desa dalam musyawarah desa dan atau antar-desa;
    h. Berpengalaman memfasilitasi pengembangan wjlayah/lingkungan dan kegiatan lain yang bersifat kawasan;
    i. Mengenal adat istiadat, budaya, tradisi dan kearifan lokal masyarakat di lokasi tugas, termasuk diantaranya mampu berkomunikasi dengun menggunakan bahasa daerah kabupaten setempat;
    j. Mampu mengoperasikan komputer minimal program MS. Office (MS. Word dan MS. Excel), serta mampu memanfaatkan layanan email;
    k. Mampu berkomunikasi dengan bahasa Indonesia dengan baik, baik lisan maupun tulisan;
    l. Mampu memfasilitasi dan bekerja sama dalam tim;
    m. Pada saat melakukan pendaftaran, usia maksimal 50 (lima puluh tahun);
    n. Diutamakan berdomisili di daerah setempat dalam lingkup lingkup kabupaten/kota lokasi tugas.
    Berkas lamaran ditujukan kepada Satker Ditjen Pembangunan Kawasan Perdesaan ke alamat:
    Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia
    cq. PPBJ - Seleksi Pendamping Kawasan Perdesaan
    Gedung B, Lantai 3, Jl. TMP Kalibata No. 17, Jakarta Selatan 12740
    cap pos tanggal 17 Mei 2017
    Atau via E-mail.
    Pembukaan pendaftaran calon Pendamping Kawasan Perdesaan dari tanggal 9 Mei sampai dengan 17 Mei 2017.
    Hasil seleksi aktif diumumkan di media informasi provinsi, melalui email peserta, atau sms kepada peserta yang mengikuti seleksi.
    Berkas lamaran bisa juga dikirim via email. Alamat email dapat dilihat disurat resminya ya.
    Surat resminya dapat di unduh disini >> https://drive.google.com/

    Sumber : ainamulyana.blogspot.com

    Biografi - Abdullah adalah satu dari 90 persen orang Indonesia yang buta huruf pada 1945. Seperti kebanyakan orang di masa itu, tanggal lahirnya pun tak diketahui. Pemuda asal Gorontalo ini, “Sewaktu masa kanak-kanaknya diambil sebagai anak angkat dari keluarga pelaut berasal Madura, dan keluarga inilah yang membesarkan pemuda Abdullah,” tulis Radik Djarwadi dalam Pradjurit Mengabdi: Gumpalan Perang Kemerdekaan Bataljon Y (1959). Kawan atau orang terdekatnya kerap memanggilnya Dullah.

    Dullah remaja “kerjanya berlayar keluar-masuk pelabuhan Surabaya [….] Waktu ada krisis di Surabaya, ia menjadi pengendara becak. Dan dalam zaman Jepang, ia terus setia pada becaknya [….] Kemudian setelah Proklamasi 1945, ia masih hidup mengendarai becak di kota Surabaya,” demikian dicatat surat kabar Merdeka (12/10/1950) dalam artikel "Tewas dalam Melakukan Tugas untuk Ibu Pertiwi: Letkol Sudiarto dan Major Abdullah."

    Tapi Abdullah tak sekadar menarik becak untuk bertahan hidup. Di masa pendudukan Jepang, menurut catatan Radik Djarwadi, ia masih sempat ikut latihan Jibakutai (Pasukan Berani Mati). Sebelum ikut Jibakutai, ia juga bergabung dalam serikat penarik becak Surabaya.

    Waktu masih jadi penarik becak ketika Republik Indonesia baru berdiri, Dullah bermurah hati jika penumpangnya orang-orang yang bergabung dalam Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

    “Jika becaknya diangkut oleh salah seorang anggota TNI, maka si penumpang itu tidak usah membayar. Sebab, katanya, untuk kepentingan negara,” tulis Merdeka.

    Orang yang pernah menjadi penumpangnya adalah Andi R. Ahmad Aries. Ia adalah pelaut, Komandan Pangkalan Republik di bekas pangkalan Modderlust di Surabaya.

    Setelah kedatangan pasukan Sekutu, terdiri tentara-tentara Inggris ditempel pasukan Nederlandsch Indië Civil Administratie (NICA) Belanda, suasana di Surabaya makin panas. Apalagi menjelang pecahnya Pertempuran 10 November 1945. Tentara Inggris yang kebetulan baru menang Perang Dunia II tentu bukanlah lawan mudah bagi orang-orang Indonesia.

    Saat Surabaya dalam situasi panas itu Dullah meninggalkan becaknya. “Setelah tanggal 10 November 1945, ketika sedang berkobarnya pertempuran dengan tentara Inggris, ia menggabungkan diri pada TKR Laut dan memimpin regu,” tulis Madjalah Sedjarah Militer Angkatan Darat (1951) seperti terlampir dalam Pradjurit Mengabdi. “Dalam pertempuran di sekitar Buduran-Sruni itulah pemuda Abdullah memperlihatkan kecakapan dan keberaniannya.”

    Pasukan kecil Dullah itu dikenal sebagai pasukan Badjak Laut.

    “Ia tidak mementingkan segala macam tata cara penghormatan, tapi cukup berwibawa untuk mengendalikan para anak buahnya yang berasal dari rakyat biasa, yaitu pemuda-pemuda yang telah mengalami masa pahit di jaman kolonial Belanda dan penjajahan Jepang, yang berjiwa keras, tertempa oleh perjuangan hidup di lapisan terbawah dalam masyarakat. Tuntutan Abdullah pada anak buahnya hanyalah loyalitas kepada revolusi,” ujar Suhario Padmodiwiryo alias Haryo Kecik dalam Memoar Haryo Kecik: Autobiografi Seorang Mahasiswa Prajurit (1995).

    Pasukan-pasukan yang hanya berpikir soal Revolusi itu tak peduli pada hierarki militer. Mereka pernah tak memberi hormat kepada Alexander Evert Kawilarang yang memakai tanda pangkat kolonel.

    Beberapa orang perwira, seperti Letnan Kolonel Joop Frederick Warouw, memaklumi sikap itu. Sebab, saat itu adalah masa Revolusi. Namun, ada juga orang yang bersikap sinis terhadap Dullah.

    Harry Albert Poeze dalam Tan Malaka: Gerakan Kiri, Revolusi Indonesia IV (2014), mencatat seorang Mayor bernama Abdul Manan berbicara di belakang, menyebut Dullah sebagai "sopir becak" dengan nada menghina.

    Meski buta huruf, dalam waktu tak lama Dullah sudah menyandang pangkat kapten. Begitulah Revolusi yang bisa mengubah banyak hal.

    “Kemerdekaan memberi kesempatan padanya untuk mengembangkan bakat-bakatnya secara bebas yang pada zaman kolonial dirintangi penjajah,” tulis Soe Hok Gie dalam Kisah Penumpasan RMS: Gerakan Operasi Militer IV (1965).

    Dalam buku terbitan militer itu, Soe Hok Gie begitu memuji Dullah. Gie menulis, “kecakapan, kejujuran, dan sifat kepemimpinannya baik; ia sangat dicintai oleh bawahan-bawahannya.”

    Di masa Revolusi, banyak perempuan peranakan Eropa terancam. Jika tidak menjadi sasaran pembunuhan, ada saja yang menjadikan mereka pelampiasan birahi orang-orang Indonesia yang mengganas, tak jarang oleh mereka yang mengaku Republiken dan memegang bedil. Tak hanya perempuan Indo, perempuan dari kalangan keluarga yang dianggap kebelanda-belandaan tak jarang jadi korban.

    Namun Wims Umampan, seorang janda asal Minahasa dan berpendidikan, aman hidupnya bersama Dullah. Padahal di zaman kolonial, juga Jepang, adalah mustahil laki-laki kaum kromo macam Dullah bisa memperistri orang berpendidikan.

    “Dengan persetujuannya dan Andi Aries, ia dikawinkan dengan seorang janda berasal dari Minahasa. Adapun istrinja itu seorang guru dan dari padanja ia mulai beladjar A-B-C sehingga pandai membaca dan menulis,” tulis surat kabar Merdeka. Mereka menikah sekitar Februari 1947.

    Tak hanya istrinya, staf terdekatnya, Kapten F.J. Tumbelaka, juga ikut mengajarinya sehingga, tulis Madjalah Sedjarah Militer Angkatan Darat, "Abudullah dapat membaca, menulis, bahkan mengenal bahasa-bahasa Belanda dan Inggris secara pasif." Meski Angkatan Darat di masa lalu memujinya, sangat sulit menemukan perwira macam Abdullah di masa sekarang.

    Menurut sumber militer Madjalah Sedjarah Militer Angkatan Darat, bulan April 1947, Dullah diserahi tugas memimpin unit Barisan Pelopor di Lawang, sebuah Pangkalan Angkatan Laut. Dullah saat itu masih berpangkat kapten. Pasukan ini gabungan dari Badjak Laut dan Pasukan 0032—pimpinan Letnan Soeharto. Setelah Agresi Militer Belanda 21 Juli 1947, Dullah dan serdadu lain pindah ke arah Blitar.

    Bulan Maret 1948, Barisan Pelopor menjadi Depot Bataljon di bawah Dullah. Pangkatnya naik jadi mayor. Bulan September 1948, Abdullah dan pasukannya dilebur dalam Tentara Nasional Indonesia (TNI). Depot Batalyon yang dipimpin Dullah pun jadi Bataljon XVII Brigade I Divisi I. Panglima Divisi itu adalah Kolonel Sungkono.

    Belum lama batalyon itu terbentuk, pasukan Dullah ikut serta melawan tentara-tentara yang terlibat Peristiwa Madiun 1948. Setelah 19 Desember 1948, Dullah membagi dua pasukannya. Dua kompi ditugaskan bergerilya di sekitar Tuban dan dua kompi lain menuju Tretes, Lawang.

    Mayor Abdullah termasuk komandan penting di wilayah selatan Jawa Timur. Di masa Revolusi, ia sama sohor dengan Mayor Sabarudin yang dekat dengan Tan Malaka. Bedanya, Abdullah punya nama yang lebih harum ketimbang Sabarudin—yang dikenal kejam dan sering melakukan tindakan indisipliner.

    Di sekitar 1948 itu, menurut Harry Poeze, Dullah dan beberapa perwira lain bersekutu dengan Tan Malaka. Karena Tan Malaka lekat dengan kekiriannya, kedekatan itu membuat Dullah dianggap perwira kiri. Sematan ini sama seperti Slamet Riyadi dan Slamet Sudiarto, bagian Divisi Penembahan Senopati pada 1948.

    Seperti dua nama itu, pada 1950 Dullah ikut dikirim ke Indonesia Timur—menumpas Republik Maluku Selatan (RMS) di sekitar Ambon. Dullah dan pasukan dikenal sebagai Batalyon Abdullah, sesuai nama komandannya. SELANJUTNYA

    Biografi - Imam dan qari muda, Muzammil Hasballah, resmi mempersunting teman semasa SMA-nya, Sonia Ristanti. Pernikahan pasangan muda ini dilaksanakan di Masjid Al-Makmur, Banda Aceh seusai Salat Subuh berjamaah.

    Ratusan jamaah Salat Subuh ikut antusias menyaksikan akad nikah keduanya. Selain warga, Alvin, anak pimpinan Majelis Zikir Az-Zikra Arifin Ilham, juga ikut hadir dalam acara sakral tersebut.

    "Saya terima nikahnya anak bapak untuk saya dengan emas maskawin 20 mayam tunai," ucap Muzammil di hadapan orang tua Sonia, Jumat (7/7/2017).

    Jamaah serentak menyebut 'Alhamdulillah' setelah pernikahan Muzammil dan Sonia dinyatakan sah. Setelah itu mempelai wanita keluar dari ruang tunggu imam.

    Muzammil lalu menyerahkan maskawin kepada pihak wanita dan mendoakan gadis idamannya itu sambil menyentuh kening Sonia. Lantas, Sonia menyalami tangan Muzammil.

    Rencana pernikahan keduanya sempat viral di medsos. Sebab, Muzammil menyampaikan undangan terbuka di instagramnya @muzammilhb.

    Mayoritas warganet mendoakan dan takjub dengan undangan pernikahan Muzammil dan Sonia. Namun, tidak sedikit pula yang berkomentar dan menyatakan patah hati.(Sindo)

    Aiptu Agus Widodo
    BIOGRAFI- Pangkatnya bukan Jenderal, tapi Agus Widodo bisa menghasilkan Rp 40 juta perbulan.

    Agus Widodo anggota Satlantas Polrestabes Makassar yang kini sukses merintis usahanya sebagai pengepul sampah.
    Ia merubah sampah menjadi uang.

    Polisi yang berpangkat Aiptu ini bertugas di Gerai Sim Satlantas Polrestabes Makassar di Bassement Trans Studio Mall Makassar, Jl Metro Tanjung Bunga, Makassar, Sulawesi Selatan.

    Dua profesi sekaligus sukses ia emban, yakni Angggota Polisi dan Bos Pengepul Sampah.

    Menjalani dua profesi ini tidak menjadi beban, atau menganggu dirinya sebagai pelayan masyarakat dibagian surat izin mengendarai kendaraan.

    Aktivitasnya dimulai subuh hari, sekira pukul 05.00 wita ia sudah bangun untuk menunaikan salat subuh.

    Setelah itu, ia mempersiapkan diri untuk mengikuti apel pagi pukul 06.00 wita (waktu Makassar).

    Setelah Apel, Ia pun melanjutkan tugas mengatur arus lalulintas di jalan raya Kota Makassar sampai pukul 07.30 wita.

    Karena pelayanan di Gerai SIM Trans Mall dimulai pukul 13.00 wita sampai pukul 19.00 wita. Agus memanfaatkan waktu lowongnya dari 07.30 wita sampai 13.00 wita untuk mengepul sampah olahan.

    Sampah yang ia kumpulkan itu berada di pinggir kanal Jl Hertasning, Kecamatan Rappocini, Makassar.

    Lahan itu diketahui milik Agus, hasil (untung) berbisnis sampah olahan.

    "Alhamdulilah, sejak awal tahun 2000 saya jalani profesi pengepul. Hasilnya pun berberkah, selain bisa nafkahi keluarga, saya bisa pekerjakan karyawan saya yang berjumlah 7 orang. 

    Rumah dan tanah pun hasil dari usaha ini," katanya.

    Kesuksesan agus itu bisa ia nikmati di dalam kurung waktu 17 tahun, dari tahun 2000 sampai 2017.

    Dahulu kala, Agus, isteri dan anaknya tinggal di Asrama Polisi. Saat itu, semuanya serba pas-pasan dan terbatas.

    Karena Agus mempunyai rencana untuk masa depan keluarganya, Agus pun menjajaki bisnis yang diawali berdagang kain tahun 98.

    Usaha itupun hanya berlangsung setahun. Tak henti sampai disitu, awal tahun 1999 suami dari Munawwarah itu kembali melakoni bisnis kayu, namun karena itu dinilai menganggu kerjanya sebagai Polisi, Agus memutuskan untuk berhenti bisnis kayu.

    Karena dua usaha yang ia rintis gagal, Agus pun rehat berbisnis.
    Karena ia komitmen dan telah berjanji untuk mensejahterahkan kelurganya, Agus tanpa malu kembali mencoba jadi pengepul.

    Dari usaha inilah Agus, akhirnya bisa mendulang untung banyak dari sampah olahan.

    Ia menyebutkan bisnis sampah yang awalnya hanya coba-coba, bisa memberikannya kebahagiaan dan cukup untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anaknya.

    Bangganya lagi, jebolan siswa Seba SPN Batua Makassar tahun 94 - 95 ini bisa mempekerjakan tujuh orang karyawan.

    Awal menjadi pengepul, Agus harus mengeluarkan keringat dan tahan dari bau sampah.

    Bagaimana tidak, setelah melaksanakan tugasnya sebagai Polisi, ia lanjut mengumpulkan sampah.

    Waktu itu ayah dari tiga anak ini masih bermukim di Asrama polisi Toddopuli.

    Karena sampah yang ia kumpul jumlahnya banyak, dan menghasilkan bau. Ia pun mencari lahan kosong untuk di sewa.
    Usahanya yang kian sukses, membuat tabungannya terkumpul. 

    Untung itupun dibelikan lahan kosong untuk meningkatkan bisnisnya.

    Seiring berjalnnya waktu, tahun 2007 Agus kembali membeli rumah dan beranjak dari Asrama Polisi.(Red/tsa)

    Ilustrasi
    Biografi - Citra dunia pendidikan di Kutai Kartanegara (Kukar) tercoreng karena perselingkuhan yang dilakukan MG (54) dan SI (37).

    MG merupakan wakil kepala sekolah di salah satu sekolah terkemuka di Tenggarong. Sedangkan SI merupakan bendahara sekolah.

    AF (37), suami SI mengatakan, awalnya istrinya hanya sering bertemu dengan warga Jalan Mangkuraja itu.

    Namun, lama-lama dia melihat istrinya menunjukkan gelagat yang aneh.

    Dia pernah melihat SI tersenyum sendirian saat memandangi HP ketika memasak nasi.

     “Istri saya tampak ketakutan, lalu ponselnya segera disembuyikan. Seketika itu langsung saya rampas.Ternyata dalam pesan SMS dan WhatsApp dari MG terdapat kata mesra. Dia bilang sayang betulan, lho, sama istri saya,” ucap AF sebagaimana dilansir laman Prokal, Rabu (5/7).

    Dia mengaku melihat foto tak layak antara istrinya dengan MG.

    “Bukti mendukung saya mendapatkan foto istri saya dengan MG yang menempelkan pipi sama pipi dalam gudang barang sekolah hanya berdua lagi. Security sekolah juga sering melihat mereka berdua dalam gudang tersebut,” ujar AF.

    AF menambahkan, meski sudah dihapus, foto tak layak itu masih tersimpan di file manager.

    Menurut AF, MG sering merayu SI dengan cara menganggap seperti anaknya sendiri.

    “Awalnya, istri saya dianggap seperti anaknya sendiri. Namun, kalau anggap anak minimal lapor ke suaminya dulu. Malah ujung-ujung malah sayang-sayangan,” jelas AF.

    Mulanya, AF sangat memercayai kesetiaan SI. Namun, kepercayaannya goyah dengan merebaknya isu yang juga datang dari sekolah sejak Mei lalu.

    “Saya mulai penasaran menyelidiki saat melihat chat di grup WA ponsel istri saya karena terdapat foto MG dan istri saya yang duduk di kursi taman. Juga foto saat MG mendatangi meja istri saya. Foto tersebut disebar di grup WA. Namun, saat saya tanya istri saya selalu menganggap itu hal biasa,” imbuhnya.

    Saat AF mengadukan kasus itu, pihak Disdik ternyata sudah menerima surat pengajuan mutasi MG untuk meminta dipindah di SMA Jonggon.

    Sementara itu, SI mengurus mutasi ke Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

    Terpisah, Kasi Pembinaan Pegawai BKD Kukar Lenny membenarkan sudah menerima aduan berlatar asmara tersebut. 

    “Kasus tersebut kami serahkan ke provinsi, dari sanksi hingga pembinaanya, karena yang menyangkut PNS dari SMA sekarang ditangani BKD Provinsi,” ujarnya. (JPNN)

    Ilustrasi
    Biografi - Kasus perbuatan asusila yang dilakukan ayah terhadap anak tiri kembali terjadi di Kalimantan Utara.

    BN (17, bukan nama sebenarnya) menjadi korban nafsu ayah tirinya, ANG.

    Akibatnya, BN kini berbadan dua. Kasus itu terbongkar setelah MN, ayah kandung BN melaporkannya ke Polres Malinau, Senin (3/7).

    Kasat Reskrim AKP Ruslaeni mengatakan, MN membawa BN ke kantor polisi dan meminta pihak berwajib menahan ANG.

    “Setelah mendapat keterangan dari pelapor, polisi langsung bergerak cepat untuk mencari ANG guna dimintai keterangan terkait dengan laporan kasus pencabulan yang disangkakan kepada dirinya oleh MN,” ungkap Ruslaeni kepada Radar Tarakan, Selasa (4/7).

    Berdasarkan hasil penyidikan, hubungan BN dan ANG begituan sebanyak sepuluh kali.

    Dia mengatakan, perbuatan asusila itu terjadi di MN di Malinau Seberang, Maret 2016 lalu.

    Saat itu, ANG baru pulang dan hendak berganti pakaian sekitar pukul 20:30 Wita.

    Dia masuk ke kamar BN. Namun, dia malah kebablasan. ANG merayu BN agar mau diajak begituan.

    Mereka akhirnya melakukan perbuatan asusila itu di kamar BN.

    "Kalau ibunya adalah ibu rumah tangga, dan hubungan intim ini terjadi saat ibunya tidak ada di rumah," terang Ruslaeni.

    Dia menambahkan, saat ini, ANG sudah ditahan di Mapolres Malinau untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

    "Tersangka dijerat dengan undang-undang perlindungan anak pasal 82 undang- undang RI nomor 35 tahun 2014 dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara," kata Ruslaeni. (JPNN)   

    Biografi - parat kepolisian Brazil berhasil menangkap Luiz Carlos da Rocha di Sorriso, Brazil pada Sabtu (1/7/2017). Pemimpin kartel kokain internasional itu sudah menjadi buronan selama 30 tahun. Ia mengelabui polisi dengan menggunakan nama samaran Vito Luiz de Moraes dan melakukan bedah plastik agar terhindar dari kejaran polisi.

    Raja kokain asal Amerika Selatan tersebut, yang juga memiliki sebutan Cabeca Branca atau White Head, memproduksi kokain di lokasi yang jauh dari jangkauan polisi seperti di dalam hutan Bolivia, Kolombia dan Peru. Setelah itu, kokain tersebut diselundupkan ke Amerika Serikat dan Eropa.

    Secara total, polisi memperkirakan bahwa raja kokain tersebut mampu menghasilkan sekitar lima ton kokain setiap bulan. Selain menangkapnya, polisi juga melakukan penggerebekan dan menyita sejumlah harta dan aset miliknya, seperti uang 10 juta dolar AS, peternakan, mobil-mobil mewah, pesawat terbang, dan beberapa real estate. Harta da Rocha ditaksir mencapai 100 juta dolar AS.

    Selain sebagai produsen dan pemasok kokain, ia juga dituduh terlibat dalam sederetan tindak kekerasan di Sao Paulo dan di Rio de Janiero, Brazil. Polisi Brazil mengungkapkan bahwa saat melakukan aksi kekerasan, ia menggunakan pengawalan bersenjata yang dilengkapi mobil lapis baja dan senjata berat.

    Tak hanya Luiz Carlos da Rocha yang ditangkap. Pada Juni lalu, seorang mantan legislator Meksiko, Lucero Guadalupe Sanchez Lopez ditangkap karena melakukan persekongkolan untuk mendistribusikan kokain bersama pemimpin kartel narkoba internasional Joaquin “El Chapo” Guzman.

    Pihak kepolisian setempat telah melakukan penyadapan sejak 2013 dan menemukan bukti komunikasi Sanchez dengan El Chapo. “Baik dia maupun kami tidak tahu bahwa dia sedang diselidiki,” kata pengacara Sanchez, Francisco Verdugo, seperti dikutip La Times. “Jika dia mengetahui, dia tidak akan pergi ke sana.”

    El Chapo adalah pemimpin kartel Sinaloa yang menjadi salah satu organisasi pengedar narkoba berskala internasional. Pada 2009, kartel Sinaloa dilaporkan menghasilkan 3 miliar dolar AS per tahun sehingga kekayaan bersih El Chapo mencapai 1 miliar dolar AS. Jumlah itu membuatnya berada di ranking 701 orang terkaya di dunia versi Forbes.

    Mengetahui jumlah kekayaan El Chapo yang meningkat tajam, ia kemudian menjadi target utama pemerintah AS. Ia menjadi gembong narkoba yang paling dicari-cari oleh pemerintah AS. Akhirnya, pada Januari lalu, ia berhasil ditangkap. Pria berusia 59 tahun itu pun diekstradisi dari Meksiko ke Amerika Serikat dan ditahan dalam ruang isolasi di Manhattan, AS.

    Amerika Latin memang menjadi kawasan yang banyak memunculkan gembong-gembong narkoba nomor wahid. Salah satu yang legendaris adalah Pablo Escobar yang berasal dari Medellin, Kolombia. Sangat lama ia menjadi incaran pemerintah AS. Ia adalah raja kokain yang pada 1980an, di masa puncak kejayaannya, mampu meraup 420 juta dolar AS per minggu. Pada dekade itu, kokain sedang merajai pasar narkoba di Amerika. Sebagian besar kokainnya pun diselundupkan ke Amerika dan itulah sebabnya ia menjadi buruan negeri Paman Sam.

    Pendapatan yang tinggi dari bisnis gelap tersebut membuat Escobar bergelimang uang. Setiap bulan saja, ia harus mengeluarkan uang sebanyak 2.500 dolar AS hanya untuk membeli gelang karet guna mengikat tumpukan uang di tempat penyimpanan. Saking banyaknya, terkadang uang-uang itu pun hancur karena dimakan tikus.

    Dalam menjalankan bisnisnya, Escobar tak segan-segan membunuh polisi, jurnalis atau mereka yang mencoba menghalangi bisnisnya. Ia juga menyuap polisi dan aparat pemerintah agar tidak dihalang-halangi saat melakukan penyelundupan. Ia juga menyuap para politikus dan pejabat pemerintah agar Kolombia tidak melakukan perjanjian ekstradisi dengan AS.

    Sepak terjang gembong-gembong narkoba tak hanya di wilayah Amerika Latin. Khun Sa, yang pernah menjadi petinggi militer Burma (kini Myanmar), juga dikenal sebagai gembong narkoba di segitiga emas yakni Myanmar, Laos dan Thailand. Ia memulai bisnis opium sejak 1963. Pada 1980an hingga 1990an, bisnis Khun Sa diperluas dan mencapai AS.

    The Drug Enforcement Administration mengungkapkan bahwa 45 persen heroin yang masuk ke AS berasal dari segitiga emas di Asia Tenggara tersebut. Alfred McCoy yang mencatat kebangkitan Segitiga Emas dalam The Politics of Heroin, menggambarkan Khun Sa sebagai satu-satunya panglima perang Shan yang menjalankan kartel narkoba dengan sangat profesional dan mampu mengangkut opium dalam jumlah besar. Selanjutnya

    Di Indonesia, pemerintah mencatat jika terdapat 60 jaringan narkoba. Bisnis narkoba di Indonesia membuat negara rugi hingga triliunan rupiah. Selain itu, sekitar 5 juta dari pengguna narkoba, 40-50 orang di antaranya meninggal setiap hari.

    "Kerugian akibat penyalahgunaan narkoba mencapai Rp63,1 triliun. Sedangkan di Indonesia terdapat 60 jaringan (narkoba) yang beroperasi. Ini berarti rata-rata Rp1 triliun tiap jaringan," kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Budi Waseso, seperti dikutip Antara.

    Banda Aceh -- Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo melantik Drh. Irwandi Yusuf dan Ir. Nova Iriansyah MT, sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Periode 2017-2022, dalam Sidang Paripurna Istimewa di Gedung DPR Aceh, Rabu, 5 Juli 2017. Sementara Presiden Joko Widodo ikut hadir seusai pelantikan dan mengikuti sesi foto bersama.

    "Dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, pada hari ini, 7 Juli 2017, saya Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden Republik Indonesia dengan resmi melantik H. Drh. Irwandi Yusuf sebagai Gubernur Aceh dan Bapak H. Ir. Nova Iriansyah sebagai Wakil Gubernur Aceh Periode 2017-2022," ujar Tjahjo.

    Tjahjo dalam amanatnya seusai pengambilan sumpah jabatan, menyebutkan dirinya percaya bahwa Irwandi Yusuf - Nova Iriansyah akan mampu melaksanakan tugas sebaik-baiknya dan mampu menjalankan roda pemerintahan sebagaimana yang telah diamanatkan oleh seluruh Masyarakat Aceh.

    Tjahjo berterimakasih kepada Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf atas pengabdiannya selama lima tahun memimpin Aceh. Tjahjo ikut berterimakasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah menyukseskan Pilkada.

    "Pesan kami singkat, setiap kamu adalah pemimpin dan akan tetap dimintai pertanggungjawaban baik oleh masyarakat, bangsa dan negara dan nantinya kelak di depan Allah," ujar Tjahjo.

    Kepada pemerintahan yang baru, Tjahjo meminta agar melanjutkan program yang telah berjalan dan mempercepat pembangunan sehingga Aceh tidak lagi tertinggal dengan provinsi lain. Selain itu, Tjahjo berpesan agar dalam setiap proses pengambilan keputusan politik, pelibatan ulama, tokoh masyarakat dan tokoh adat, DPR Aceh, serta semua elemen lainnya harus diutamakan.

    "Libatkan semuanya dalam setiap proses pengambilan keputusan politik," kata Tjahjo.

    Tjahjo menginginkan agar Aceh bisa menjadi Serambi Mekkah yang punya identitas keislaman muncul di Aceh. "Saya ingin di setiap RT-RW (desa/gampong) di Aceh punya mushalla."

    Ketua DPR Aceh Muharudddin, menyebutkan pasangan Irwandi - Nova merupakan dua sosok yang berbeda. Di mana, Irwandi merupakan salah satu bagian penting dari tokoh perjuangan dan perdamaian Aceh. Sementara Nova adalah adalah generasi akademisi yang juga politisi nasional yang berkiprah hingga ke DPR RI.

    "Kepemimpinan Aceh (saat ini) berasa dalam dua dimensi yang berbeda dan tentu berjalan menuju Aceh hebat," ujar Muharuddin.

    Kepada seluruh masyarakat, Muharuddin mengajak untuk secara bersama mendukung pemerintahan yang baru. Mereka, kata dia, akan senantiasa mengawal jalannya pemerintahan sehingga semuanya berjalan sebagaimana visi misi dan program kerja yang di masa kampanye telah disuarakan.

    "Lupakan perbedaan di masa kampanye. Tidak ada gubernur kelompok ini dan itu, yang ada hanya Gubernur Aceh. Mereka adalah pasangan gubernur milik kita bersama," kata Muharuddin.

    Presiden Joko Widodo sendiri ikut hadir ke Gedung DPR Aceh. Ia bersama isteri dan rombongan transit di Aceh dalam perjalanan kenegaraannya ke Turki.

    Jokowi hadir sekitar pukul 10.30 pagi . Saat itu, pimpinan dewan menskor sidang saat sesi pengucapan selamat dan pemotretan, sembari menunggu kedatangan presiden. Tiba di gedung DPR, Jokowi memberikan ucapan selamat kepada gubernur serta wakil gubernur terpilih dan berterimakasih kepada Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf atas dedikasinya memimpin Aceh selama lima tahun ke belakang.

    Seusai bersalaman dan foto bersama, Mendagri, Irwandi Yusuf dan anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Aceh mengantar Presiden Jokowi ke halaman depan Gedung DPR, untuk melanjutkan perjalanan kenegaraannya ke Turki.

    Sementara itu, Gubernur Aceh, H. Drh. Irwandi Yusuf, berterimakasih kepada seluruh masyarakat Aceh yang telah memberikan amanah kepada dirinya untuk menjadi pemimpin di Aceh.

    "Kami ingin memulai tugas kami -- sebuah tugas yang berat ini, dengan mengucapkan innalillahiwainnilaihirajiun. Ini amanah yang belum tentu bisa kita pikul," ujar Irwandi sambil menitikkan air mata. "Tolong dukung pemerintahan saya. Taati sejauh kami masih dalam jalan yang benar. Cegah dan nasihati kalau kami keluar dari garis (kebenaran). Dengan bersama saya yakin kita bisa menciptakan Aceh yang hebat."

    Secara khusus, Irwandi berterima kasih kepada ibunda dan mertua serta istrinya. Tanpa mereka, ujar Irwandi, maka ia tidak akan bisa menjadi seorang pemimpin.

    "Bagi yang memilih kami atau pun yang tidak memilih kami, anda semua kami cintai," kata Irwandi.

    Selain itu, lanjut Irwandi, kehadiran presiden ke Aceh di hari pelantikan telah memberi warna khusus dan menjadi sebuah penghormatan kepada rakyat Aceh. "Baru kali ini melakukan hal tersebut (Presiden hadir saat pelantikan kepala daerah) dan tidak di daerah lain. Aceh menjadi sesuatu dalam hatinya."

    Irwandi menyebutkan, setahun yang lalu ia telah berjumpa dengan Jokowi dan melaporkan bahwa dana Otonomi Khusus akan berakhir pada tahun 2022. Sementara Aceh masih memiliki banyak kekurangan. Untuk itu, ia telah meminta agar dana Otsus diperpanjang sehingga proses pembangunan Aceh bisa terus digenjot.


    Sebuah kenyataan, ujar Irwandi, bahwa ekonomi Aceh masih kurang baik. Belum adanya dukungan industri membuat Aceh belum lagi menjadi daerah maju. Karena itu, katanya, banyak persoalan yang harus diselesaikan.

    "Kita rawan krisis energi dan pangan. Pembangunan infrastruktur belum merata dan sumber daya yang cakap masih sangat terbatas. Semua itu sebuah kenyataan. Kemana pun pandangan kita lihat, banyak pekerjaan yang harus kita lakukan," kata Irwandi.

    Belajar dari kekurangan dan kesalahan masa lalu serta pengalaman pemimpin Aceh terdahulu, Irwandi berkomitmen untuk memacu pembangunan sehingga Aceh menjadi lebih baik. Bersama Nova Iriansyah, Irwandi berkomitmen untuk transparansi dan akuntabilitas dalam semua proses pembangunan di Aceh. Ulama, tokoh masyarakat, parpol dan semua masyarakat akan dilibatkan dalam pembangunan nantinya.

    "Mulai hari ini saya siap jadi pelayan seluruh masyarakat Aceh. Kewajiban saya melayani tanpa mendahulukan pribadi, golongan, partai tapi keseluruhan masyarakat. Saya ingin bersikap sepenuhnya melayani, bukan dilayani," kata Irwandi.

    Banyak tokoh-tokoh yang hadir dalam pelantikan tersebut. Mereka berasal dari kalangan ulama serta tokoh Aceh dan nasional.

    Di antara yang hadir adalah Ketua MPR RI Zulkifli Hasan beserta beberapa anggota DPR RI, Menteri Agraria dan Pertanahan RI, Ketua BNN Budi Waseso, Duta Besar Negara Sahabat, seluruh anggota DPR Aceh, Wali Nanggroe Aceh, Abu Kuta Krueng dan juga Waled Nurzahri serta para mantan gubernur Aceh. Tokoh perdamaian Aceh, Juha Cristensen juga terlihat dalam rombongan tamu. (Rill)
    loading...

    MKRdezign

    Contact Form

    Name

    Email *

    Message *

    Powered by Blogger.
    Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget