Halloween Costume ideas 2015
2019

Biografi - Dua gadis kakak beradik sebut saja Mawar (19) dan Melati (16) menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh ayah kandungnya di Samarinda, Kalimantan Timur.

Pelaku adalah Paijo (67), seorang buruh pabrik kayu asal Lampung yang bekerja di Palaran.

Paijo yang sebelumnya disebutkan sebagai ayah tiri telah mencabuli dua anak kandungnya selama tujuh tahun, yakni sejak 2012.

Mirisnya, aksi bejat pelaku diketahui oleh istrinya yang tak lain merupakan ibu kandung dari kedua korban.

Bahkan ibu kedua korban membantu aksi bejat suaminya untuk menutupi perbuatan terlarang pelaku.

Ibu korban membantu aksi pelaku dengan memberikan pil KB kepada dua putrinya agar tidak hamil

Tindakan ibu korban tersebut didasari rasa khawatir tidak ada yang menafkahi dia dan 3 anaknya, kalau suaminya di penjara.

Dikutip dari RRI, Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah Kota Samarinda Adji Suwignyo membenarkan adanya kasus hubungan inses tersebut.

"Perilaku bejat seorang ayah mencabuli dua anak dibawah umur terjadi lagi di Samarinda tepatnya di Palaran sangat mengerikan," terang Adji.

Disebutkan Adji bahwa kasus pencabulan yang telah terjadi selama tujuh tahun tersebut tebongkar karena korban cerita ke tetangga.

"mereka sudah gak tahan lagi mba jadi mereka mulai cerita ketetangga yang dipercaya dan langsung dibawa kantor polisi dan visum sekarang kasus tengah diproses," kata Adji.

Kini pelaku telah ditangkap pihak kepolisian atas perbuatannya.

Atas kasus ini adji suwignyo menyebut perlu keseriusan dari semua pihak untuk dapat mengurai mengapa permasalahan ini kian meningkat bahkan dari banyak kasus yang terjadi pihak yang turut membantu prilaku pelaku adalah orang-orang terdekat.

Pada tahun 2019 ini Tegas Ketua KPAI Daerah Kota Samarinda kasus kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur dikota ini semakin tinggi. (Tribun-Video)

Biografi - Dari sekian banyak senjata yang digunakan sepanjang sejarah Islam, rasanya belum ada yang mengalahkan popularitas Pedang Zulfikar milik Nabi Muhammad SAW. Pedang ini bahkan digadang-gadang menjadi satu di antara senjata terkuat lainnya yang ada di muka bumi ini.

Dalam sejarahnya, pedang Zulfikar diwariskan kepada seorang sahabat yang juga merupakan keponakan Nabi Muhammad SAW yakni, Ali Bin Abi Thalib. Konon, selama digunakan Ali, Pedang Zulfikar kerap menjadi kunci kemenangan kaum Muslimin atas musuh-musuhnya.

Tak heran bila kemudian muncul pepatah terkenal yang berbunyi, "la fata illa Ali, la sayf illa Dzu I-Fiqar".

لا فتى إلا علي لا سيف إلا ذو الفقار

“Tidak ada pemuda selain Ali, dan tidak ada pedang selain Zulfiqar”.

Bahkan, tak sedikit orang yang menyebut bahwa kekuatan Pedang Zulfikar sebanding dengan seribu prajurit. Bentuk pedang ini pun diketahui ada banyak versi. Tapi dari sekian banyak hasil penafsiran, bentuk Pedang Zulfikar yang paling populer adalah seperti pada gambar di bawah ini. Modelnya melengkung dan berujung ganda.
Pedang Zulfikar milik Nabi Muhammad (Foto: Dreaminterpretation)
Banyak orang yang menyepakati bahwa pada Pedang Zulfikar terdapat pemisahan di ujungnya sehingga menghasilkan bentuk pedang bermata dua. Namun, tetap saja banyak perbedaan pendapat tentang bentuk pasti pedang tersebut.

Asal usul pedang ini pun diketahui masih abu-abu. Banyak yang mengatakan bahwa Pedang Zulfikar adalah hasil rampasan Perang Badr yang dimenangkan oleh kaum Muslimin. Kala itu, Rasulullah SAW sangat menyukai bentuk pedang Zulfikar, ia pun membawa pedang tersebut bersamanya.

Kisah berlanjut ketika Rasulullah SAW memutuskan untuk memberikan pedang itu kepada Ali bin Abi Thalib dalam Perang Uhud. Berkat Pedang Zulfikar, kondisi kaum Muslimin yang sedang terdesak akhirnya bisa teratasi. Kemenangan berhasil diraih Rasulullah SAW dan Ali bin Abi Thalib yang menjadi satu-satunya sahabat yang tersisa pada perang itu.

Hal tersebut semakin meyakinkan Rasulullah SAW untuk memberikan Pedang Zulfikar kepada Ali. Sejak saat itu, Ali selalu menggunakan pedang tersebut hingga maut memisahkan mereka.

Santer beredar kabar bahwa, kesembilan koleksi pedang Nabi Muhammad SAW, seperti Azab, AL Battar, Al Hattaf, kini disimpan di Museum Topkapi di Turki dan Mesir. Tapi keberadaan Pedang Zulfikar tidak pernah ditemukan di mana pun. Demikian dilansir Okezone dari berbagai sumber.

MANTAN Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Muzakir Manaf atau yang lebih dikenal dengan panggilan Mualem akhirnya bersuara. Sebagai sosok penting di Aceh maupun dalam Gerakan Aceh Merdeka (GAM) suaranya nyaring hingga membuat Jakarta panik. Suaranya ibarat aungan ‘singa’ di tengah belantara hewan-hewan yang sedang saling memangsa. Semua terdiam, menunggunya kembali bersuara.

Namun ia memilih melihat situasi, memilih menyaksikan reaksi dari ucapannya. Tuduhan negatif dan dukungan silih berganti datang. Sang Panglima masih diam, ia menunggu sambil mengamati siapa kawan siapa lawan. Ejekan datang ia bergeming, pujian datang ia tak jumawa. Ia memang ahli Dzikir, setidaknya pernah penulis saksikan ketika suatu malam di mesjid Simpang 7 Ulee Kareng.

Jika kita analisa dengan hati bersih dan pikiran jernih serta akal sehat, pernyataan Mualem merupakan bentuk motivasi bagi bangsa Indonesia. Ia ingin bangsa Indonesia tidak dijajah asing, itu sebabnya ia tawarkan referendum agar para elite waspada. Tapi narasinya itu disalahpahami, seolah-olah Aceh ingin merdeka, ingin berpisah dari NKRI tanpa alasan. Mualem mengajarkan cara berpancasila yang benar, sebuah bangsa tidak boleh dijajah sebagaimana pembukaan UUD 45. Mualem paham sekali Pancasila.

Melalui motivasi Mualem semua sadar bahwa bangsa Indonesia terancam dijajah dan tidak semua daerah rela hal itu terjadi, termasuk Aceh. Mualem menyadarkan pentingnya kesadaran kolektif bangsa ini, kesadaran akan bahaya asing yang ingin menjajah Indonesia. Aceh ingin menjadi daerah pertama yang menyadarkan itu kepada para elite Jakarta. Salah tafsir memang selalu menjadi persoalan bangsa ini, emosional dan sok nasionalis sehingga menafsirkan rasa cinta pada negara sebagai bentuk pemberontakan.

Referendum dengan opsi mau dijajah asing atau tidak, begitulah keinginan Mualem. Ia menyadarkan kepada kita semua bahwa biarlah miskin asal merdeka, bukankah Pancasila mengatakan demikian. Cara pandang negatif kemudian memvonis Mualem, padahal ucapannya perlu dicerna dengan seksama. Mengapa hanya fokus pada kata ‘referendum’ dan melupakan kata atau kalimat sebelum itu. Ia mendasarkan keinginan referendum apabila Indonesia dijajah asing, jadi bukan soal tidak suka dengan pusat.

Bulan Ramadan sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an bila kita kaitkan dengan ucapan Mualem menunjukkan kualitas kita. Menurut Quraish Shihab, kata Iqra’ terambil dari kata kerja qara-a yang pada mulanya berarti “menghimpun”. Arti asal kata ini menunjukkan bahwa Iqra’ tidaklah mengharuskan adanya teks tertulis yang dibaca, tidak pula harus diucapkan sehingga terdengar oleh orang lain. Karenanya kita dapat menemukan beraneka ragam arti dari kata tersebut dalam kamus-kamus bahasa, antara lain, menelaah, membaca, mendalami, meneliti, mengetahui ciri-ciri sesuatu, dan sebagainya, yang semuanya bisa dikembalikan kepada hakikat “menghimpun”.

Nah, Mualem sudah membaca realitas, ia memberi masukan kepada bangsa Indonesia. Pesan pentingnya itu yang tidak dibicarakan atau dibantah elite Jakarta. Pesan bahwa Indonesia akan dijajah asing, meski bukan secara fisik. Pesan itu tidak dibahas bahkan oleh tataran akademisi, semua termasuk saya barangkali telah terjebak pada akhir kalimat yang sangat bernada historis, referendum. Kita kurang iqra’ dalam artian menela’ah ucapan Mualem, kita cenderung emosional ketimbang berpelukan dengan rasional. Kita lupa bahwa Ramadan bulan membaca, menela’ah, meneliti, dengan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk manusia.

Karenanya mari tertawa sejenak sambil mengambil akal sehat yang tertinggal di ranah politik, kembali menginput akal sehat di kepala kita. Salah menangkap ide dan gagasan terkadang salah pula menangkap orang. Salah tafsir akibat dominasi makna membuat orang-orang tak bersalah menjadi narapidana. Akal sehat sering disimpan di rak-rak buku, akal sehat ditinggalkan ketika bicara hukum, politik, keadilan maupun kedamaian. Bau kentut memang tak nikmat bagi sebagian kita akan tetapi kentut pertanda kita masih sehat. Ucapan Mualem barangkali kurang enak didengar namun ucapan itu akan menyehatkan bangsa ini. Mualem ingatkan bangsa ini, jangan sampai dijajah asing!!!

Penulis: Don Zakiyamani Ketua Umum Jaringan Intelektual Muda Islam (JIMI)
Sumber:rmol.id

Aceh - Ketua Umum Partai Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem menggaungkan rencana agar Aceh memisahkan diri dari NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Sebab menurutnya keadilan hukum dan sistem demokrasi yang terjadi pasca Pemilu 2019 telah dipergunakan semena-mena oleh kaum elit politik di pusat.

“Kondisi Indonesia saat ini diambang kehancuran dari segala aspek. Negara kita Indonesia ini tak jelas lagi soal keadilan dan demokrasinya. Maaf Pak Pangdam, ke depan Aceh kita minta referendum saja,” ujar Mualem pada acara peringatan wafatnya Hasan Tiro yang ke-9 di Gedung Amel, Banda Aceh, Senin (27/5) malam.

Dalam acara itu, turut hadir Plt Gubernur Aceh, Pangdam Iskandar Muda, Kapolda Aceh, Kajati Aceh, Rektor Unsyiah, Perwakilan Pengadilan Tinggi, para Bupati dan Wali Kota dari Partai Aceh, serta anggota DPRA Partai Aceh.

Setelah memantau situasi belakangan ini, mantan panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu mengatakan jika Aceh ke depan sudah selayaknya bisa berdiri di atas kakinya sendiri, seperti Timor Timur atau kini Timor Leste. Pernyataan tersebut dilontarkan Mualem setelah dirinya memantau dan mengkaji beberapa aspek masalah yang dialami Indonesia sekarang.

“Persoalan bangsa Indonesia, semakin hari semakin menumpuk. Indonesia terjerat pada berbagai persoalan seperti nasib beberapa negara di Afrika. Apalagi Indonesia ke depan akan dijajah oleh asing, ini yang kita khawatirkan. Karena itu, Aceh lebih baik mengikuti Timor Timur,” sebut Mualem.

Mantan Wakil Gubernur Aceh periode 2012-2017 ini menyampaikan, berdasarkan hasil amatan sejumlah tokoh dan pengamat luar negeri seperti Australia, Jepang, Malaysia serta negara eropa lainnya, dia mengklaim diprediksi usia Indonesia bakalan tak lama lagi.

“Dari pada kita dijajah orang lain, lebih baik kita (Aceh) berdiri sendiri. Ini adalah salah satu usaha dan pemikiran bangsa Aceh saat ini. Mudah-mudahan dengan niat kita semua, lebih baik kita mengikuti Timor-Timur, Insya Allah,” ujar pendukung Prabowo itu. (Far/Eko/INI Network)

Ibu di Malaysia jajakan anaknya

Biografi - Perbuatan ibu ini tidak pantas dijuluki 'ibu' karena ia tega mejadikan putrinya yang masih berusia 10 tahun dan 13 tahun sebagai pelacur di Johor Bahru, Malaysia. Julukan 'Monster Mum" memang pantas ia dapatkan dari netizen.

Divonis 15o tahun


Tak main-main, hukuman yang diterima wanita berusia 39 tahun ini ialah vonis 150 tahun penjara. Pengadilan sudah mengetok palu pada Senin (13/11/2017) setelah pelaku mengakui 10 tuduhan yang diajukan kepadanya. Namun, ia hanya menjalani 75 tahun penjara karena 10 tuduhan itu dilakukan bersamaan terhadap putrinya.

Anaknya dipaksa melayani nafsu pria hidung belang

Seperti dilansir The Star Malaysia, kedua anaknya menjadi budak nafsu pria berkewanegaraan Bangladesh. Anak hasil pernikahan keempat dan kelimanya ini sudah lima kali melayani pria asing ini karena dipaksa sang ibu.

Sang ibu ikut menonton

Biadabnya lagi, ketika sang anak melayani para pria hidung belang, sang ibu juga turut menonton. Hal itu dilakukan agar anak-anaknya itu tidak melarikan diri atau mengecewakan pelanggannya.

Keterangan pihak polisi

Menurut kepolisian setempat, otak dari prostitusi anak ini adalah kekasih dari tersangka. Polisi juga masih memburu pria itu dan dua pria Bangladesh yang menjadi pelanggan 'Monster Mum".

loading...

Kronologi kejadian

Diketahui anak-anaknya melakukan hubungan seks dengan dua pria di hotel murah selama lima hari pada tanggal 1 Oktober dan tanggal 4 sampai 7 Oktober lalu. Ia kemudian ditangkap pada 25 Oktober lalu.Kejahatan ini terbongkar setelah anaknya yang berusia 13 tahun berteriak minta tolong kepada seorang guru melalui WhatsApp. Menyedihkannya lagi, kedua putrinya dijual dengan harga yang sangat murah, yaitu 50 ringgit Malaysia atau sekitar Rp 175 ribu. Anak-anak itu juga mengakui menerima uang tips mulai dari RM1, RM5, RM10 dan RM20 dari pria yang dilayaninya. Diketahui tersangka adalah pengangguran.

Pelaku meminta dihukum denda

Di persidangan, pelaku meminta kepada hakim untuk dihukum denda, dengan alasan masih memiliki dua anak kecil yang masih membutuhkannya. Namun majelis hakim menolaknya karena perbuatan "Monster Mum" dinilai terlalu sadis dan dianggap tidak layak untuk merawat anak-anaknya. Kedua putrinya yang menjadi korban, langsung dikirim ke Rumah Sakit Sultanah Aminah untuk melakukan perawatan. Setelah itu mereka berdua akan dikirim ke Departemen Kesejahteraan Negara untuk proses pemulihan psikis mereka. | Merdeka.com

Pegawai kantor camat berselingkuh dengan kakak iparnya sendiri.

Mirisnya lagi, kelakuaan busuk kedua pelaku dibongkar oleh keluarga karena keluarga sudah sangat geram melihat aksi tidak senonoh tersebut.

Pernikahan sering kali hancur karena adanya perselingkuhan, dan menjadi bencana besar bagi keluarga besar bagi pihak laki-laki maupun perempuan

Seperti yang terjadi pada keluarga yang bermukim di Kabupaten Humbang Hasundutan ini, sang suami berinisial BM (34) berselingkuh dengan wanita berinisial IT (49).

Pria yang berprofesi sebagai PNS di Kantor Camat Parlilitan ini sudah memiliki dua orang anak, sedangkan selingkuhannya sudah memiliki empat orang anak.

Perselingkuhaan ini pun disampaikan ke Tribun Medan oleh pihak keluarga si laki-laki, dengan mengirimkan dua video saat si BM dan selingkuhanya IT sedang bermesraan.

Di video pertama, BM dan IT tampak sedang di atas  kasur sedang berpelukan dan melakukan ciuman bibir dengan mesra.

Kemudian di video kedua, keduanya berada di pantai.

Saat dipantai ini BM sengaja meletakkan ponselnya untuk mereka kemesraan keduanya.

Si BM tampak menggendong si IT, dan tak lama keduanya kembali melakukan adegan ciuman bibir dengan mesra. Selanjutnyahttp://batam.tribunnews.com/2019/05/16/pns-kantor-camat-selingkuh-dengan-kakak-ipar-video-syur-ciuman-di-pantai-dibongkar-pihak-keluarga

Biografi - Salman (42) warga jalan Batin Bertuah Kelurahan Pematang Pudu Kecamatan Mandau, Riau ditemukan tewas dibunuh didalam kamarnya.

Korban Salman tewas setelah dibunuh oleh pembunuh bayaran saat tertidur pulas di rumahnya.

 Nahasnya, pelaku pembunuh bayaran itu merupakan suruhan Rifina (31) yang tidak lain merupakan istri korban.

Melansir Tribun Pekanbaru, Salman ditemukan meninggal dunia pada Senin (13/5/2019) lalu sekitar pukul 05.00 WIB subuh.

Salman ditemukan tewas dengan kondisi luka tusuk di bagian perut dan Kepala bagian belakang serta wajah mengalami luka.

Mulanya, korban tewas diduga akibat korban pencurian dengan kekerasan.

Sebab, istri korban yakni Refina sempat berteriak minta tolong dan melaporkan kasus tersebut keaparat kepolisian.

Namun, ada berbagai kejanggalan saat polisi melakukan penyelidikan kasus tersebut.

Kapolsek Mandau Kompol Ricky Ricardo mengatakan, dari keterangan saksi yakni istri korban Minggu malam korban sempat keluar rumah dan bermain kartu di warung.

Kemudian dini hari pulang ke rumah dan langsung makan di dapur.

Selanjutnya

Ilustrasi
Biografi - Karin -bukan nama sebenarnya- memutuskan untuk menceraikan suaminya setelah berumah tangga selama lebih dari 20 tahun. Penyebabnya adalah watak suaminya -sebut saja namanya Donwori- kombinasi kasar wa kikir.

Profesi Donwori sebenarnya cukup mentereng. Dia adalah pengusaha kuliner yang cukup sukses.

Namun, bersuami tajir tak serta-merta membuat Karin hidup enak. Sebab, dia justru cuma menikmati eneknya ketimbang enaknya.

Ketika usaha Donwori sedang kurang bagus, Karin kena imbasnya. Watak kasar Donwori muncul dan Karin yang menjadi sasarannya.

"Remek awakku. Gak oleh opo-opo rabi ambek dekne (hancur saya. Tak dapat apa-apa menikah dengan dia, red),” ujar Karin di Pengadilan Agama (PA) Kelas IA Surabaya, jelang akhir April lalu.

Saat awal-awal membuka usaha sekitar 10 tahun lalu, Donwori sangat pengertian dan penyabar. Donwori menjalankan usahanya berdua dengan Karin saja.

Saat butuh lembur, Donwori membiarkan Karin yang istirahat terlebih dahulu. Perlahan usahanya berkembang.

Namun, perkembangan usaha itu juga dibarengi perubahan sikap Donwori terhadap karin. Donwori jadi gampang uring-uringan. Selanjutnya

Kampanye Partai Masyumi di Rawa Badak, Tanjung Priok, Jakarta, 27 Maret 1955. Foto/Koleksi Perpustakaan Nasional
Biografi - Sengitnya pertarungan antarpartai dan meruncingnya friksi politik di Pemilu 1955 berdampak pada munculnya gangguan keamanan. 
 
Keadaan ini diperparah dengan persoalan gejolak daerah warisan revolusi yang tak kunjung usai. DI/TII yang menafikan keberadaan Republik Indonesia masih menjadi ancaman serius penyelenggaraan pemilu di berbagai daerah, seperti Jawa Barat, Sumatra dan Sulawesi. 
 
Gangguan keamanan itu muncul sejak masa persiapan pemilu. Berdasarkan laporan Panitia Pemilihan Indonesia (PPI) kepada pemerintah, seperti terekam dalam "Inventaris Arsip Sekretariat Negara Kabinet Perdana Menteri tahun 1950-1959" (Nomor Arsip 1916) koleksi ANRI, daerah-daerah yang relatif aman dan tidak mendapat gangguan keamanan selama distribusi logistik dan pendataan pemilih antara lain Jakarta Raya, Jawa Barat (meskipun terdapat gangguan kemananan, terutama dari DI/TII, namun skalanya kecil dibandingkan dengan persoalan keamanan di luar Jawa), Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sebagian Nusa Tenggara. 
 
Daerah-daerah tersebut dapat menyelesaikan proses pendataan pemilih satu bulan kemudian, pada akhir Juni 1954 atau sebelumnya. Sementara daerah-daerah yang terdapat gangguan keamanan seperti Aceh, Sumatra Utara, Sulawesi Selatan, dan beberapa kecamatan di Tasikmalaya, Jawa Barat proses pendaftaran pemilihnya berlangsung lebih lama. Kendala berikutnya, seperti pada beberapa desa di Kalimantan yang penduduknya buta huruf, adalah harus menunggu pendaftar dari desa lain untuk melakukan pendataan. 
 
Persoalan transportasi baik darat, laut, maupun angkutan sungai yang terbatas juga menjadi penghambat tugas Panitia Pendaftaran Pemilih. Selama proses pendataan itu, beberapa panitia gugur dalam menjalankan tugas akibat tindakan gerombolan-gerombolan yang mengganggu proses jalannya pemilu.

Baca selengkapnya di Tirto.id

JAKARTA - Perebutan kursi di daerah pemilihan Jawa Barat VI yakni Kota Bekasi dan Kota Depok berlangsung ketat. Dari 96 caleg dari 16 parpol yang bertarung di dapil “neraka” itu, hanya enam kursi DPR RI yang diperebutkan di dapil ini.

Dari Hasil Pleno KPUD Kota Bekasi dan Kota Depok, caleg yang berhasil menjadi anggota DPR RI Dapil Jabar VI yaitu Intan Fauzi (PAN/petahana), Mahfudz Abdurrahman (PKS/ petahana), Nuroji (Gerindra/petahana), Nur Azizah (PKS), Sukur Nababan (PDIP/petahana), Wenny Haryanto (Golkar/petahana).

Saking sengitnya persaingan, sejumlah nama pesohor, baik tokoh politik maupun menteri Kabinet Indonesia Kerja, selebritis gagal melaju ke Gedung Parlemen, Senayan.

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin (PPP) dan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri (PKB) tak meraih suara signifikan.

Setali tiga uang, nama artis Fauzi Badila (Gerindra), Angle Karamoy (PDI Perjuangan), Lucky Hakim (Nasdem) dan Farhat Abas (PKB) juga gagal melenggang ke Senayan.

Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin mengaku tidak terkejut banyaknya tokoh popular termasuk pejabat negara yang gagal melaju ke Senayan. Hal ini harus menjadi warning bagi siapa pun yang menjadi caleg, apakah pejabat negara atau politikus agar turun ke masyarakat jauh hari sebelum perhelatan pemilu.

“Kalau pak Hanif dan Pak Lukman gagal, tidak terlalu mengejutkan. Namanya perjuangan, bisa kalah dan bisa menang. Tetapi ini menjadi refleksi dan evaluasi bagi siapa pun caleg nanti,” jelasnya.

Selanjutnya

Ilustrasi
Jambi - Seorang kepala desa tepergok tidur tanpa busana di rumah seorang janda di Jambi.

Terungkapnya peristiwa berawal dari kecurigaan warga yang sering melihat sang kepala desa berkunjung hingga akhirnya, warga melakukan penggerebekan.

Kepala Desa Sido Lego, Kecamatan Tabir Lintas, Kabupaten Merangin, Jambi, berinisial MS, digerebek warga pada Rabu (8/5/2019).

Ia kedapatan sedang tidur dirumah ET,  seorang janda di desa tersebut.

Dikutip dari Tribun Jambi, saat digerebek warga, MS ditemukan sedang tidur tanpa busana bersama ET.

MS disebutkan memang telah lama diincar warga.

Hal itu karena MS sering kedapatan berkunjung ke rumah ET pada malam hari.

Termasuk saat kejadian, MS diketahui warga masuk ke rumah ET pukul 21.00 WIB namun baru digerebek lima jam kemudian.

"Masuknya sekitar pukul 21.00 malam kemarin, ditangkap warga sebelum sahur sekitar pukul 02.00 WIB," ungkap warga sekitar.

Terkait hal tersebut, Sekdes Desa Sido Lego Nilwan membenarkan bahwa MS digerebek warga di rumah ET.

"Kejadian penangkapan oleh warga sekitar pukul 02.00 WIB tadi dan langsung dibawa oleh warga ke Kantor Desa," ujar Nilwan, ketika dikonfirmasi.

Nilwan tak tahu hal yang dilakukan MS dan ET namun, keduanya bersalah karena tidak ada hubungan keluarga.

Selain itu, mereka bukan suami istri.

"Tidak tahu apa yang mereka perbuat. Yang jelas, warga mendapati Pak Kades di dalam rumah janda anak dua tersebut," ujar Nilwan.

Setelah diamankan dan dibawa ke kantor desa, MS dan ET rencananya akan menjalani sidang adat yang berlaku di desa setempat. | Tribunnewsbogor.com

Biografi - Di dunia ini, sebaik apapun kita pasti akan ada orang-orang yang tidak menyukai kita, pasti akan ada orang yang merasa risih dengan kebaikan kita, bahkan ada orang-ornag yang menginginkan kita terjatuh dalam keburukan.

Karena memang begitulah penilaian manusia, sebaik apapun kita tidak akan pernah bisa terlihat sesmpuna di matanya, terlebih mereka yang memang membenci dan suka iri, maka pasti kebaikan yang kita lakukan tetap bernilai buruk di matanya

Maka dari itu, erbaiki diri kita dengan terus menggunakan penilaian Allah saja, jangan mennggunakan penilaian manusia, karena semua itu akan sangat membosankan.

Jika penilaian manusia yang kita pakai setiap saatnya sebagai ukuran kita memperbaiki diri supaya tetap baik dan menjadi peribadi yang lebih baik lagi, maka pasti kita tidak akan pernah bosan meski orang lain tidak melihatnya.

Baca Selanjutnya

Ilustrasi
Biografi - Sempat viral video syur ASN Kemenag Sleman beredar di WhatsApp (WA) ternyata dilakukan di luar negeri saat liburan.

Dikutip dari Kompas.com, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman Sa'ban Nuroni mengungkapkan, ASN yang ada di dalam rekaman tersebut melakukan adegan syur tersebut saat liburan ke luar negeri.

"Itu pas libur. Jadi, waktu dia (yang perempuan) liburan," ungkapnya, Selasa (16/4/2019).

Ia juga mengungkapkan, jika pihak laki-laki lah yang telah menyebarkan video tersebut.

"Menurut informasi yang laki-lakinya yang menyebarkan," ujar Sa'ban Nuroni.

Sa'ban mengatakan, yang bersangkutan sudah memberikan keterangan jika kejadian tersebut dilakukan di luar negeri.

Pria di dalam video tersebut juga berada di luar negeri.

"Tahu dari yang bersangkutan, yang laki-laki di luar negeri. Peristiwa itu di luar negeri juga," ujar dia.

Sanksi untuk pihak yang bersangkutan masih menunggu dari pihak pusat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Kanwil Kemenag DIY Edi Gunawan.

Edi menyebut, pihak internal juga melakukan pemeriksaan.

"Kami tidak tahu (kapan sanksi akan dijatuhkan), karena itu kan kewenangan dari pusat," ungkap Edi. (*)

Sumber: tribun-bali.com

Lhokseumawe - Pengurus Ikatan Mahasiswa Minang (IMAMI) Lhokseumawe periode 2019/2020 resmi dilantik, Sabtu (2/3/2019) di Aula Kantor Walikota setempat.

Pembina IMAMI Lhokseumawe, Riyandhi Praza, S.P.,M.Si kepada media ini mengatakan  IMAMI merupakan wadah persatuan Mahasiswa Minang yang sedang menjalankan pendidikan di wilyah Kota Lhokseumawe-Aceh Utara.

Pada Ksempatan itu, Riyandhi melantik Teguh Dzikri Setiawan sebagai ketua IMAMI yang merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Malikussaleh.

"Penting regenerasi dalam sebuah lembaga, ini menandakan bahwa lembaga itu sehat. Pengurus ke depan harus mampu berbuat lebih baik dari pengurus ke sebelumnya, harus ada peningkatan kedepan," katanya.

Menurutnya, Kerja kepengurusan ke depan harus dapat diukur, jangan asal buat rencana kerja saja. Menjadi Pengurus bukan untuk gagah-gagahan tapi untuk bekerja dengan baik dan ikhlas.

"Kita harap ketua umum yang sudah dilantik ini bisa bekerja dengan baik dan ikhlas,"harapnya.

Sementara Ketua Umum IMAMI 2019/2020 Teguh Dzikri Setiawan mengharapkan dukungan dan kerjasama yang baik dari setiap pengurus.

"Saya optimis dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik jika semua elemen yang ada di kepengurusan dan juga para anggota yang saat ini jumlahnya lebih dari 350 orang dapat berkoordinasi dengan baik,"ungkapnya.

Kegiatan pelantikan tersebut dihadiri oleh perwakilan Keluarga Besar Ikatan Keluarga Minang (IKAMI) Lhokseumawe, Ketua atau perwakilan dari organisasi paguyuban daerah lain yang ada di Aceh Utara dan Lhokseumawe.(Rill)

Biografi - Menjalani kehidupan rumah tangga secara berjauhan memang menghadirkan tantangan yang sangat besar bagi pasangan suami istri.

Mereka harus benar-benar menjaga kepercayaan agar rumah tangga tetap berjalan dengan mulus.

Ingkar sekali saja bisa membuat hubungan menjadi runyam. Salah satunya dialami Donwori (39) dan Sephia (35).

Sebagai kepala rumah tangga, Donwori sebenarnya tidak mendapat banyak tuntutan dari Sephia.

Pasalnya, Sephia juga bisa membantu memenuhi kebutuhan dapur, mulai membeli pulsa listrik hingga gas elpiji.

Namun, Donwori hanya mendapat penghasilan pas-pasan karena di Malang tak kunjung mendapatkan pekerjaan yang sesuai keinginannya.

Karena itu, Donwori lantas pamit merantau ke Kalimantan. Dia mendapat tawaran pekerjaan dari temannya.

Singkat cerita, Donwori pun berangkat merantau. Sesuai dengan janjinya, Donwori rutin mengirim uang kepada Sephia dengan jumlah  yang lumayan banyak.

Hal itu membuat Sephia senang. Akan tetapi, kondisi tersebut ternyata tidak berlangsung lama.

Setelah enam bulan berlalu, kiriman uang Donwori mulai seret.

Bahkan, komunikasi yang rutin terjalin antara Donwori dengan Sephia juga mulai berkurang.

Dua bulan berselang, Donwori tidak bisa dihubungi dan transferan uang bulanan macet.

Awalnya, Sephia masih berprasangka baik dengan pria yang telah memberinya anak itu.

Dengan berbekal alamat yang dulu pernah diberikan oleh Donwori, Sephia nekat berangkat ke Kalimantan.

Kekhawatiran yang dipendam Sephia selama ini akhirnya terbukti. Saat mendatangi tempat indekos suaminya, Sephia menemukan ada perempuan lain.

Donwori ternyata sudah menjalin hubungan terlarang dengan janda muda bernama Karin (25).

Goyangan maut Karin ternyata membuat Donwori melupakan kewajibannya kepada istri dan anaknya.

Sephia pun memilih pulang dan tidak memedulikan penjelasan Donwori.

Sesampainya di Malang, warga Kecamatan Lowokwaru itu langsung mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama (PA) Kota Malang.

”Kalau tidak dijenguk ke Kalimantan, mungkin tidak akan tahu,” kata Sephia beberapa waktu lalu.| JPNN

Satpol PP memeriksa dua pasangan mesum di Tuban. (Foto: iNews/Pipiet WIbawanto).
TUBAN - Petugas gabungan dari Satpol PP, kepolisian, TNI dan BNN Kabupaten Tuban mengelar razia di kos-kosan. Hasilnya mendapati dua pasang mesum.

Mereka tak bisa menunjukkan dokumen dan surat nikah, sehingga petugas membawa untuk diperiksa. Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Tuban, Joko Herlambang mengatakan, mereka juga dites urine oleh petugas BNN terkait potensi penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang.

"Nanti kami akan cek hasil tes urine dari BNN," kata Joko kepada wartawan di Kantor Satpol PP Tuban, Jatim, Senin (25/1/2019).

Para pasangan mesum tersebut, K (32) warga Tuban bersama dengan DT (23) warga Bojonegoro. Kemudian, S (44) warga Tuban bersama LS (37) warga Bandung. Mereka menempati kos-kosan kawasan Jalan Pantura.

"Mereka ini hasil operasi dari dua tempat yang berbeda di sejumlah kos-kosan," ujar dia.

Petugas gabungan tersebut memang sudah bergerak dari subuh hari untuk menyisir sejumlah kos-kosan di Kabupaten Tuban. Selain mengincar kos-kosan mesum, mereka juga mengincar tempat kos yang diduga menjadi lokasi pesta sabu atau narkoba.

Razia serupa, kata Joko, akan terus dilakukan petugas di beberapa lokasi hingga beberapa hari ke depan. Personel Satpol PP dibantu anggota TNI - Polri dan BNN Kabupaten Tuban akan menyisir lokasi-lokasi rawan pelanggaran.

"Tujuannya untuk menciptakan suasana Tuban yang aman dan kondusif," ujar Joko. | Sindonews

Ilustrasi
Biografi - Kebiasaan buruk menonton video panas yang dilakukan Muhammad Alif, 27, berujung pada laporan polisi. Pasalnya, dia dilaporkan istrinya sendiri yakni YA, 27, karena telah melakukan penganiayaan.

Masalahnya sepele, Alif tak terima saat istrinya yang tengah hamil tujuh bulan menegur dirinya saat sedang nonton video panas bersama rekan-rekannya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya Ghalib mengatakan, kejadian ini berlangsung pada Sabtu (23/2) di Jalan Benda Sawah, Pasar Minggu, Jaksel.

“Saat menerima laporan, kami langsung menuju ke lokasi. Di sana kami sempat melakukan mediasi, namun korban tetap ingin dilanjutkan proses hukum,” sebut Andi, Senin (25/2).

Kejadian ini bermula ketika pelaku menonton siaran live video panas di aplikasi Line bersama sejumlah rekannya. Hal tersebut kemudian diketahui oleh korban.

"Korban menegur baik-baik dikarenakan dirinya tidak suka dengan perbuatan suaminya. Tidak terima ditegur di depan teman-temannya, MA marah dan memukul YA serta meremas bahunya hingga memar," sambung Andi.

Dari hasil pemeriksaan juga diketahui, aksi kekerasan ini sudah sering dilakukan pelaku mulai dari sebelum menikah.

“Kasus ini sudah kami tangani. Sekarang telah dilakukan pemeriksaan saksi-saksi,” tandas dia. (jpnn)

Aceh Besar - Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH) Aceh Besar, mengamankan pasangan remaja non-muhrim sedang berbuat khalwat/mesum di atas Masjid Jami Baitul  Muttaqin Saree, Kecamatan Lembah Seulawah. 

Sejoli tersebut tertangkap kamera warga sedang berhubungan badan layaknya pasangan suami-istri. Video berdurasi 1 menit itu kini beredar dan heboh di sosial media. 

Kepala Satpol Pamong Praja (PP) dan Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Besar, Rusli mengatakan, kedua pasangan remaja tersebut masih berusia 17 dan 16 tahun. Keduanya kini sedang menjalani proses pemeriksaan dan ditahan di kantor Satpol-WH provinsi di Banda Aceh. 

“Iya, benar mereka diamankan warga karena melakukan perbuatan khalwat di atas masjid di Saree, Aceh Besar. Untuk selanjutnya kita menunggu proses dari kesaksian dan kronologis kejadian,” ujarnya dikonfirmasi kumparan via telepon Senin (25/2). 

Rusli menjelaskan, perbuatan kedua remaja itu diketahui warga setelah merasa curiga atas gerak-gerik keduanya. Usai salat magrib pada Minggu (24/2) kemarin, warga kemudian mengintip dan merekam aksi keduanya sebelum ditangkap.

“Setelah diamankan mereka dibawa ke polsek dan menghubungi kami. Namun beberapa saat berada di sana, mendengar kabar warga akan datang mereka dibawa ke Mapolres Jantho. Setelah diinterogasi dan didata petugas, sekitar pukul 03.00 WIB pagi tadi dibawa ke kantor Satpol PP-WH Provinsi,” ujarnya. 

Untuk sanksi terhadap keduanya, kata Rusli, pihaknya akan melihat aturan kembali. Musababnya, kedua remaja tersebut masih di bawah umur. Kemungkinan mereka tidak dikenakan hukum jinayah akan tetapi menggunakan hukum adat. 

Hukum adat yang dimaksud adalah dikenakan denda untuk keduanya atau dinikahkan.

“Masih SMA dua-duanya. Masih anak-anak di bawah umur. Mungkin akan ditempuh jalur lain seperti hukum adat tapi kita lihat aturan yang jelas bagaimana. Tidak bisa kita proses dulu,” ujarnya.| Kumparan

Biografi - Kennedy Kambani, pemuda berusia 21 tahun di Distrik Mchinji, Malawi , dituduh memerkosa kambing milik warga. Anehnya, Kennedy lebih dulu meminta izin untuk melakukan aksi keji tersebut.

Pemilik kambing yang menjadi korban Kennedy sebelumnya sempat mencurigai lelaki tersebut hendak mencuri ternaknya.

Ketika sang pemilik dan satu tetangganya datang untuk menangkap Kennedy, mereka kaget melihat pemuda itu tengah berhubungan intim dengan kambing.

“Pemilik kambing itu bernama Pemphero Mwakhulika. Dia mengira pelaku hendak mencuri kambingnya. Jadi dia memperingatkan tetangga untuk waspada sembari mengajak mereka untuk menggrebek di kandang,” kata Inspektur Polisi Mchinji Lubrino Kaitano, seperti diberitakan Daily Mail, Jumat (4/1/2019).

Setelah tepergok, Kennedy ditangkap dan dibawa ke kantor polisi. Ia dituntut sang pemilik telah melakukan penganiayaan terhadap ternak.

Namun, kepada polisi, Kennedy mengklaim telah meminta izin binatang itu untuk berhubungan seks.

“Aku lebih dulu mengatakan kepada kambing itu hendak berhubungan intim. Ini bukan pemerkosaan , suka sama suka,” tuturnya.

Kasus yang sama, yakni pemerkosaan terhadap hewan ternak, sebelumnya merebak di sejumlah negara benua Afrika.

November 2018, di Zambia—negeri tetangga Malawi—pemuda berusia 22 tahun bernama Reuben Mwaba dipenjara selama 15 tahun dan kerja paksa setelah tepergok memerkosa kambil hamil milik temannya di  Kasama.

Pada bulan yang sama, Feselani Mcube (33) yang bekerja sebagai pembuat batu bata, dihukum penjara karena memerkosa kambil hamil milik tetangganya. Pemerkosaan itu terjadi di kamar Feselani, Winterveldt, Afrika Selatan.(Suara.com)

Lhokseumawe - Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Lhokseumawe menangkap MA (19), salah satu pelaku pembunuhan M Saleh warga Gampong Paloh Punti, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe dalam jangka kurun waktu 12 jam.

“Iya benar, semuanya ada dua pelaku, satu orang pelaku MA yang merupakan seorang wanita ini sudah kami tangkap, dan satu lagi masih kami kejar,” kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim Iptu Riski Andrian kepada AJNN.

Sambung Riski, penangkapan itu dilakukan langsung di kawasan Dusun Matang Raya, Gampong Blang Sialet, Kecamatan Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara. Bersama pelaku turut, diamankan satu unit sepeda motor dan baju yang dipakai saat melakukan tindak pidana tersebut.

“Pelaku satu lagi akan terus kami buru,” pungkas Riski.

Korban, M Saleh atau kerap disapa Mak Leh warga Gampong Paloh Punti, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe tewas ditusuk orang tak dikenal (OTK) menggunakan pisau, Minggu (13/1).

Pantauan AJNN di lokasi, sejumlah warga memadati rumah duka dengan linangan air mata. Jenazah dibawa ke lokasi pemakaman sekitar puk 17.46 WIB.

Keuchik Gampong Paloh Punti, Zulfikar mengatakan saat kejadian sekitar pukul 12.00 WIB korban dipepet di jalan menuju ke Gampong Paloh Pineung, tiba-tiba pelaku ditusuk menggunakan pisau di pinggang kanannya.

"Dia warga kami di sini. Kejadiannya tadi jam 12.00 WIB siang," katanya kepada AJNN di lokasi kejadian.

Sejauh ini, selaku perangkat desa, pihaknya juga tidak mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut. Karena selama ini korban merupakan seorang petani biasa di gampong itu.

"Jadi korban meninggalkan tiga orang anak dan satu istri. Saat kejadian korban sempat berlari meminta tolong kepada warga, akan tetapi warga tidak berani menolongnya karena pisau masih tertancap dipinggang korban. Korban juga sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Arun Lhokseumawe, namun nyawa korban sudah tak tertolong," kata keuchik. (AJNN)

Biografi - Pernah mendengar cerita tentang cinta segi empat? Kisah itu benar-benar terjadi.

Adalah Karin (26) -bukan nama sebenarnya- yang menjadi pusat dalam asmara segi empat itu. Sedangkan Donwori (28), Donjuan (40) dan Dawam -semuanya bukan nama sebenarnya- terlibat dalam pusaran asmara Karin.

Padahal, Karin adalah istri Donwori. Namun, cintanya bercabang ke dua lelaki lainnya.

Perselingkuhan Karin itulah yang membuat Donwori tak mau lagi mempertahankan rumah tangganya. Apalagi, Donwori pernah memergoki Karin saat berjalan dengan Dawam.

“Kuwi kanca kantore. Aku wis  ngerti dari dulu (itu teman kantornya. Aku sudah tahu sejak dulu, red),” kata Donwori saat ditemui jelang persidangan cerainya di Pengadilan Agama Kelas 1A Surabaya beberapa waktu lalu.

Donwori menuturkan, istrinya adalah perempuan bertipe gampang menempel sana sini. Meski sudah bersuami, Karin tetap santai saja saat berangkulan dengan pria lain.

Pria yang dirangkul Karin pun jadi terbawa perasaan alias baper. Tentu saja hal itu memicu kekesalan Donwori.

Donwori sudah lama mencium gelagat tentang perselingkuhan Karin. Misalnya, Karin jadi sering telat pulang dengan alasan lembur atau pamit dinas luar kota.

Selain itu, Karin jadi lengket dengan ponselnya. Bahkan, Karin sering berbicara melalui telepon hingga berjam-jam.

Namun, Dawam memang sangat nekat. Padahal, Donwori pernah melabraknya agar menjauhi Karin.

Alih-alih surut langkah, Dawam malah balik mencibir Donwori. Sebab, Dawam justru menyarankan kepada Donwori agar lebih peduli ke Karin daripada istrinya berbuat serong.

“Wanine ngatur uripe wong liya, gak nyawang, joko-joko ngrebut bojone uwong (beraninya mengatur hidup orang lain, tidak memandang, jejaka tapi merebut bini orang, red),” kata Donwori menirukan bentakannya kepada Dawam.

Di antara hubungan Donwori, Karin dan Dawam ternyata hadir Donjuan. Bergaya pahlawan untuk menjadi penengah, Donjuan rupanya malah mendekati Karin.

Bahkan, Donjuan ikut menyudutkan Donwori. Singkat cerita, Karin dan Donjuan menjadi dekat.

Bahkan, Karin kini sudah berancang-ancang menikah dengan Donjuan. Statusnya tinggal menunggu vonis cerai.

Meski demikian Donwori merasa lega. “Sing penting gak rabi ambek Dawam kurang ajar iku (yang penting tidak menikah dengan Dawam yang kurang ajar itu, red),” kata pria asal Sidotopo itu.(JPNN)

Biografi - Seorang wanita di bawah umur inisial Melati yang berusia 14 tahun, mengakui merasa kesakitan saat akan buang air kecil.

Hal itu disinyalir, saat eksploitasi yang dialaminya yang mana harus melayani banyak laki-laki dalam satu malam.

Kasus ini terungkap saat penggerebekan  sebuah rumah prostitusi ilegal di kawasan Sanur, Denpasar, Bali, pada Jumat (5/1/2019).

"Tiap harinya kalau ramai melayani sampai 8 orang perhari. Sementara sepi satu orang. Tapi maksimal 8 orang. Mereka bekerja dari jam 5 sore sampai jam 5 pagi."

"Akibat banyaknya melayani pelanggan tiap harinya. Ada seorang anak yang masih  berumur 14 tahun itu sampai, maaf ya, susah buang air kecil. Bayangkan harus melayani pelanggan dari jam 5 sore sampai jam 5 pagi bisa 8 orang tamu," kata Kasubdit IV AKBP, Sang Ayu Putu Alit Saparini.

Sementara itu, keadaan psikologis anak-anak yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau human trafficking ini diungkapkannya dalam kondisi labil.

"Jujur saja kadang mereka labil. Kadang mereka ingin sekali dibantu dan keluar dari situ. Tapi biasa juga seiring waktu, mereka kadang memberi tahu bahwa mereka rela dan terpaksa lakukan itu karena tergiur materi,"

"Jadi memang kita butuh pendamping untuk menstabilkan pemikiran anak tersebut. Karena tidak menutup kemungkinan dia akan menikmati, apalagi berada di lingkungan seperti itu. Nah itu tugas pendamping membimbing ke jalan yang benar," kata dia.

Maka dari itu, penanganan trafficking tersebut ujarnya, bukan hanya lebih ke hukum, tapi pencegahan, rehabilitasi, restitusinya.

"Mengembalikan korban ke tengah masyarakat agar diterima. Itu sangat penting, bukan soal hukum saja," ujarnya.

Baca Selanjutnya
loading...

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget